22 April 2026
AAPgffC.jpg



Banyak pengendara sepeda motor yang hanya fokus pada perawatan oli mesin, namun jarang memperhatikan kondisi air radiator. Hal ini bisa berdampak buruk terhadap sistem pendinginan motor, yang akhirnya menyebabkan mesin mengalami overheat.



Untuk itu, seiring dengan pemakaian motor, penting untuk terus memantau kualitas dan volume air radiator. Jika kualitasnya menurun, segera lakukan penggantian agar sistem pendinginan tetap optimal. Berikut 5 tanda atau gejala bahwa air radiator atau coolant motor perlu diganti:

1. Perubahan Warna dan Tekstur

Beberapa jenis air radiator atau coolant diberi warna tertentu agar mudah dikenali jika terjadi kebocoran.



“Ciri-cirinya adalah adanya perubahan warna dan tekstur,” ujar Johnson Wijaya, National Brand & Regional Sales Manager PT Laris Chandra, distributor resmi Prestone coolant.

2. Suhu Mesin Naik

Salah satu tanda bahwa coolant perlu diganti adalah suhu mesin yang mudah naik.

“Jika suhu mesin mudah meningkat, bisa jadi tanda bahwa coolant sudah tidak berfungsi optimal,” kata Johnson melalui pesan singkat.

Coolant yang sudah rusak tidak mampu menyerap dan membuang panas secara efisien, sehingga mesin rentan overheating.

3. Muncul Endapan atau Kerak

Endapan atau kerak juga menjadi salah satu tanda bahwa air radiator perlu diganti.

“Kualitas coolant yang menurun menyebabkan munculnya endapan atau kerak,” ujar Johnson.

Ini disebabkan oleh zat aditif anti-korosi dalam coolant yang sudah rusak. Akibatnya, korosi terjadi pada komponen logam sistem pendinginan motor.

4. Bau Terbakar

Gejala lainnya adalah terciumnya bau terbakar dari area mesin.

“Jika coolant mulai berbau terbakar, itu tandanya sudah waktunya diganti,” kata Johnson.

Apalagi jika coolant bocor dan mengenai bagian mesin, hal ini bisa memicu kerusakan lebih serius.

5. Masa Pakai Sudah Lewat

Pabrikan dan bengkel sepakat bahwa air radiator atau coolant motor dapat digunakan selama 1 tahun atau 12.000 km.

“Coolant bisa basi, yaitu ketika kadar PH-nya berubah,” jelas Johnson.

Jika coolant semakin asam, maka akan merusak komponen logam yang dilalui oleh air radiator tersebut.

Dengan memperhatikan tanda-tanda di atas, pengendara motor dapat menjaga performa mesin dan menghindari kerusakan yang lebih parah. Pemeliharaan rutin pada sistem pendinginan sangat penting untuk menjaga kenyamanan berkendara dan keselamatan kendaraan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *