19 April 2026
AA20MuW2.jpg



Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hadir dalam pertemuan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kremlin, Moskow, pada hari Senin (13/4) waktu setempat. Pertemuan ini menjadi momen penting untuk membahas berbagai isu strategis yang berkembang dalam dinamika geopolitik global saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa kunjungannya ke Rusia merupakan bagian dari upaya konsultasi menghadapi situasi global yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian. Ia menilai bahwa Rusia telah menunjukkan peran positif dalam merespons tantangan-tantangan yang muncul akibat perubahan cepat di dunia internasional.

“Saya juga datang untuk konsultasi karena situasi geopolitik dunia mengalami perkembangan dan perubahan yang sangat cepat. Kami memandang bahwa Rusia telah berperan sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian ini,” ujar Prabowo, seperti yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo menekankan pentingnya dialog dan koordinasi antar negara dalam merumuskan langkah-langkah menghadapi tantangan geopolitik yang akan datang. Selain itu, ia juga menyampaikan dukungan terhadap penguatan kerja sama bilateral, terutama di sektor ekonomi dan energi.

“Karena itu kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan. Terutama kalau bisa kita terus memperkuat kerjasama terutama di bidang ekonomi dan energi,” tambahnya.

Selain itu, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Putin atas dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Rusia kepada Indonesia, khususnya dalam mempercepat proses penerimaan Indonesia sebagai anggota BRICS. Keanggotaan Indonesia di BRICS dijadikan sebagai salah satu bukti komitmen Rusia dalam mendukung negara-negara berkembang.

“Pertama, kami diterima begitu cepat di BRICS. Selanjutnya, dalam beberapa hal yang sangat penting bagi Indonesia, Presiden Putin mendukung dan menolong Indonesia,” kata Prabowo.

Di sisi lain, Putin menyampaikan harapan bahwa pertemuan ini dapat menghasilkan solusi konkret untuk meningkatkan kemitraan strategis antara Indonesia dan Rusia. Ia menyoroti bahwa kedua negara telah melakukan penguatan kerja sama di sejumlah sektor kunci, termasuk energi, antariksa, pertanian, industri, hingga farmasi.

“Kami berharap bahwa dalam pertemuan hari ini, mulai kita akan sempat mencari berbagai solusi untuk tetap meningkatkan kemitraan antara kedua negara kita,” ujar Putin.

Selain sektor ekonomi, Putin juga menyoroti pentingnya memperluas kerja sama di bidang kemasyarakatan, terutama pendidikan. Ia juga menyoroti posisi Indonesia sebagai anggota BRICS yang memberikan peluang baru dalam memperluas kerja sama bilateral.

“Indonesia sudah menjadi anggota BRICS. Hal ini membuka peluang baru untuk mengembangkan kerjasama kita. Hal sama kita bisa bicara mengenai kerjasama dengan Uni Ekonomi Eurasia,” tambah Putin.



Pertemuan ini menunjukkan komitmen kuat dari kedua pemimpin untuk menjalin hubungan yang lebih erat dan saling menguntungkan. Dengan adanya peningkatan kerja sama di berbagai sektor, baik ekonomi maupun sosial, Indonesia dan Rusia diharapkan dapat memperkuat posisi mereka dalam dinamika geopolitik global yang semakin dinamis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *