Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa Gelar Forum Kemitraan 2026
Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa menggelar acara Supplier Relationship Management (SRM) Forum 2026 pada 7–8 April 2026 di Menara Mandiri I, Jakarta. Acara ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi, integritas, dan kapabilitas mitra kerja dalam ekosistem rantai pasok guna mendukung keberlanjutan operasi hulu migas.
Dengan tema “Strengthening Collaborative Integrity to Drive Sustainable Energy and National Economic Growth”, SRM Forum 2026 dihadiri oleh berbagai mitra kerja di lingkungan Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa, seperti Pertamina EP Zona 7, PHE ONWJ, PHE OSES, dan Pertamina East Natuna. Selain itu, hadir pula pemangku kepentingan seperti SKK Migas, Bank Mandiri, dan Pertamina Energy Institute.
Fungsi Supply Chain Management dalam Koordinasi Mitra Kerja
Fungsi Supply Chain Management (SCM) Regional Jawa berperan penting dalam menjembatani koordinasi antara perusahaan dan mitra kerja. Hal ini dilakukan guna memastikan proses pengadaan berjalan efektif dan terintegrasi. Sebagai bagian dari penguatan kemitraan, Pertamina juga memperluas kolaborasi dengan sektor perbankan melalui Bank Mandiri untuk mendukung aspek pembiayaan mitra kerja.
Selain itu, SKK Migas memperkenalkan platform Indonesian Oil and Gas (IOG) e-commerce untuk mendorong proses pengadaan yang lebih efisien dan transparan.
Penyelarasan Program Kerja 2026 dan Penguatan Tata Kelola Pengadaan
Pada hari pertama, forum difokuskan pada penyelarasan program kerja 2026 serta penguatan tata kelola pengadaan. Peserta memperoleh pemaparan terkait rencana kerja, ketentuan pengadaan, serta dinamika operasional industri hulu migas. Kegiatan ini juga menghadirkan Economic Outlook 2026 dari Bank Mandiri sebagai referensi dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Direktur Pertamina EP Regional Jawa, Rachmat Hidajat, menyampaikan bahwa mitra kerja memiliki peran strategis dalam mendukung kinerja perusahaan. “Mitra kerja bagi kami bukan sekadar penyedia barang dan jasa, tetapi bagian penting dalam memastikan kelancaran operasi, keandalan fasilitas produksi, percepatan proyek, serta kepatuhan terhadap standar keselamatan dan keberlanjutan,” ujarnya.
Pembicara dan Sesi Diskusi
Sejumlah pembicara turut hadir dalam rangkaian kegiatan, baik dalam sesi focus group discussion (FGD) maupun talk show. Pada sesi FGD, diskusi menghadirkan Vice President Supply Chain Management Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa Bayu Kusuma Tri Aryanto, Manager Drilling PHE ONWJ Budi Rivai Wijaya, Senior Manager Production & Projects PHE OSES 6 Muliawan, Manager Drilling Pertamina EP Zona 7 I Putu Agus Saputra, Manager Safety Regional Jawa Karyani, serta Vice President SME Banking Bank Mandiri Lia Karina Arianty.
Selain itu, kegiatan juga menghadirkan sesi talk show bersama Sandiaga Uno yang dipandu oleh Aviani Malik. Sandiaga Uno menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya yang berorientasi pada nilai tambah di tengah dinamika global. “Di tengah dinamika geopolitik global, Indonesia memiliki kekuatan strategis pada kekayaan sumber daya alamnya. Tantangannya adalah memastikan pengelolaan yang berorientasi pada nilai tambah, sehingga manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat,” gagasnya.
Peningkatan Kapasitas Mitra Kerja
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan peningkatan kapasitas mitra kerja melalui sesi coaching terkait perangkat rantai pasok, seperti CIVD, i-vendor, dan CSMS, guna memperkuat pemahaman terhadap proses pengadaan dan aspek keselamatan kerja. Selain itu, dilakukan Supplier Performance Review (SPR) untuk evaluasi kontrak berjalan serta verifikasi TKDN secara langsung sebagai bagian dari dukungan terhadap penggunaan produk dalam negeri.
Komitmen Pertamina dalam Kemitraan Profesional dan Berkelanjutan
Melanjutkan penguatan pada tahun sebelumnya, fokus tahun ini diarahkan pada pengembangan kolaborasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan kontribusi Pertamina EP melalui aktivitas operasional dan pelaksanaan kontrak kerja.
Vice President Supply Chain Management Pertamina EP Regional Jawa, Bayu Kusuma Tri Aryanto, menyampaikan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam mendukung keberlanjutan usaha. “Sebagai bagian dari Pertamina, kami memiliki peran dalam menghadirkan kontrak kerja yang memberikan dampak ekonomi. Namun, kami tidak dapat berjalan sendiri. Kolaborasi dengan sektor perbankan menjadi penting agar kegiatan usaha mitra dapat berlangsung lebih optimal dan berkelanjutan,” jelasnya.
Pameran Produk UMKM Mitra Binaan
Supplier Relationship Management Forum 2026 juga menampilkan sejumlah booth pameran, di antaranya booth yang menampilkan produk UMKM mitra binaan Pertamina EP Zona 7, PHE ONWJ, dan PHE OSES, seperti camilan makanan, model kapal, dan berbagai produk kerajinan tangan berbahan serat nanas.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Pertamina Subholding Regional Jawa menegaskan komitmennya dalam membangun kemitraan yang profesional, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan kapabilitas mitra kerja dalam mendukung kinerja operasional.