Pengalaman Buruk Seorang Perempuan yang Terjebak dalam Penipuan di Luar Negeri
Seorang perempuan asal Pematang Siantar, Sumatera Utara, Fretty Marpaung, mengalami pengalaman pahit setelah tertipu oleh tawaran pekerjaan di luar negeri. Awalnya, ia tergiur dengan iming-iming gaji besar sebesar 700 hingga 1.000 dolar AS sebagai tenaga pemasaran. Namun, kenyataannya justru berbeda.
Fretty awalnya tidak curiga terhadap tawaran tersebut karena berasal dari orang yang ia kenal. Bahkan, proses keberangkatan disiapkan oleh seorang teman melalui agen yang tidak memiliki identitas jelas. Ia percaya bahwa pekerjaan tersebut benar-benar legal dan aman.
Namun, ketika sampai di lokasi kerja, Fretty menemukan bahwa ia tidak bekerja secara normal. Justru, ia dipaksa terlibat dalam praktik penipuan berkedok trading yang menyasar korban secara online. Kondisi ini membuatnya sangat tertekan dan merasa terjebak.
Dalam situasi yang mencekam, Fretty berusaha mencari jalan keluar. Namun, pihak yang menguasainya meminta uang tebusan sebesar Rp35 juta sebagai syarat kebebasan. Sayangnya, Fretty tidak memiliki uang tersebut dan harus menerima kondisi yang tidak adil.
Kesempatan untuk melarikan diri datang saat aparat setempat melakukan penggerebekan. Dalam keadaan kacau, Fretty berhasil kabur meski harus meninggalkan dokumen penting, termasuk paspornya. Dengan kondisi tanpa kepastian, ia kemudian berusaha mencari bantuan agar bisa kembali ke Indonesia.
Harapan itu akhirnya datang ketika kasusnya sampai pada perhatian anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Sumatra Utara, Pdt. Penrad Siagian. Ia dikenal aktif membantu warga yang mengalami masalah di luar negeri. Melalui koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak terkait, proses pemulangan Fretty mulai dilakukan hingga akhirnya ia bisa kembali ke Tanah Air dengan selamat.
“Puji Tuhan saya sudah sampai di Indonesia, terima kasih banyak kepada Bapak Pdt. Penrad Siagian yang sudah membantu saya pulang,” ucap Fretty dengan penuh rasa syukur.
Tanggung Jawab Moral dan Pengalaman Lain
Menanggapi hal tersebut, Penrad Siagian menegaskan bahwa membantu WNI yang mengalami persoalan di luar negeri merupakan bagian dari tanggung jawab moral sekaligus bentuk pelayanan kepada masyarakat. Ia juga mengungkapkan bahwa kasus serupa bukanlah yang pertama kali terjadi. Bahkan, dirinya telah membantu memulangkan puluhan warga asal Sumatera Utara dari berbagai negara dengan kondisi yang beragam.
- Ada yang sakit parah
- Ada yang hampir kehilangan penglihatan
- Bahkan ada yang kami pulangkan dalam kondisi meninggal dunia
Ia pun mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri yang menjanjikan gaji tinggi namun tidak melalui prosedur resmi. Menurutnya, banyak kasus tindak pidana perdagangan orang dan penipuan online yang bermula dari iming-iming pekerjaan seperti yang dialami Fretty.
“Pastikan melalui jalur resmi, jangan mudah percaya dengan tawaran yang mencurigakan, kalau ragu segera laporkan,” tegasnya.