Pengalaman seorang lulusan yang sukses sering kali menjadi inspirasi bagi generasi muda. Nur Arifin Sunarto adalah salah satu contoh nyata dari kesuksesan yang bermula dari pendidikan yang tepat dan komitmen untuk terus berkembang. Tahun 2009 bukan hanya menjadi tahun kelulusannya dari UBSI (Universitas Bina Sarana Informatika) kampus Bekasi, tetapi juga menjadi awal dari perjalanan karier yang menakjubkan.
Sebagai alumnus D3 Manajemen Informatika (sekarang Prodi Sistem Informasi S1 UBSI), Arifin melanjutkan studinya ke jenjang S1 di kampus yang berbeda. Namun, pengalamannya selama kuliah membuka banyak peluang, bahkan sebelum ia mengenakan toga. Hal ini menjadi bukti bahwa pendidikan yang tepat bisa membuka jalan menuju kesuksesan.
Dari Bangku Kuliah ke Dunia Profesional
Perjalanan karier Arifin tidak dimulai dengan menunggu, melainkan dengan mempraktikkan ilmu yang ia pelajari. Saat masih mahasiswa, ia menjalani magang di PT Astra sebagai staf IT Support. Di sana, ia menyadari bahwa kurikulum yang ia pelajari di UBSI sangat relevan dengan kebutuhan industri. “Ilmu saya yang didapat dari kampus, banyak terpakai di sana waktu magang,” kenangnya.
Pengalaman tersebut menjadi dasar kuat baginya untuk langsung terjun ke dunia profesional setelah lulus. Tak butuh waktu lama, ia mendapatkan tawaran sebagai instruktur komputer hingga akhirnya menetap sebagai pengajar dan teknisi IT di SMK Boedi Luhur, Bekasi, hingga saat ini.
Transformasi Menjadi “Problem Solver”
Perjalanan Arifin tidak berhenti pada rutinitas teknis. Baginya, tantangan terbesar di era disrupsi saat ini adalah menjaga relevansi. Titik balik kariernya saat ia memutuskan bertransformasi: dari pelaksana teknis menjadi pemecah masalah (problem solver) berbasis data.
Di tengah kesibukan profesionalnya, ia mendalami analisis data dan teknologi AI (artificial intelligence). “Perubahan paradigma ini mengubah cara saya memandang efisiensi, dari yang sebelumnya berbasis rutinitas menjadi pengambilan keputusan yang strategis dan terukur,” jelasnya.
Semangat growth mindset inilah yang membuatnya tetap menjadi sosok yang diandalkan di instansi tempatnya bekerja.
Membangun Bisnis Sendiri
Selain dedikasinya di dunia pendidikan, Arifin berhasil membangun bisnisnya sendiri melalui Switchlight Production, usaha di bidang fotografi dan videografi. Di sini, ia menunjukkan kemampuan lebih personal dengan mensintesis logika teknis IT dengan intuisi kreatif.
Baginya, fotografi bukan sekadar mengambil gambar, melainkan hasil dari pola pikir sistematis. Kemampuan mengelola basis data dan logika pemrograman yang ia dapatkan saat kuliah di UBSI, membantunya membangun alur kerja kreatif yang lebih terstruktur dan efektif, terutama dalam mengintegrasikan efisiensi AI ke dalam produksi visualnya.
Pesan untuk Generasi Penerus
Sebagai alumni sukses, Arifin menekankan pentingnya transisi pola pikir bagi para mahasiswa baru UBSI. Ia berpesan agar mahasiswa tidak hanya puas menjadi pengguna teknologi, tetapi harus berani menjadi “arsitek solusiā.
“Kuliah adalah laboratorium terbaik untuk bereksperimen. Jangan takut gagal mencoba teknologi baru, karena kesuksesan sejati lahir dari kombinasi antara ketekunan mengolah data dan keberanian untuk terus berinovasi tanpa henti,” tutupnya.
Kisah Nur Arifin Sunarto menjadi cerminan dari kualitas lulusan UBSI kampus Bekasi, yang terkenal sebagai Kampus Digital Kreatif yang adaptif, cepat terserap industri, dan memiliki daya saing tinggi untuk terus relevan di tengah perkembangan zaman. Apalagi sekarang UBSI sudah terakreditasi UNGGUL.