22 April 2026
AA20HIL2.jpg



Korea Selatan sedang memperluas sumber pasokan minyak mentah dengan menjalin kerja sama dengan Kazakstan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk mencari alternatif pasokan di tengah ketidakstabilan yang terjadi akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Menurut pernyataan Menteri Industri Korea Selatan Kim Jung-kwan, terdapat kemajuan signifikan dalam proses pencarian stok minyak tersebut. Ia menyampaikan bahwa rincian jumlah pasokan yang diperoleh bisa diumumkan secara spesifik pada awal minggu depan.

Pencarian ini dilakukan setelah Kepala Staf Kepresidenan Korea Selatan Kang Hoon-sik dan Menteri Industri Kim Jung-kwan melakukan kunjungan ke Kazakstan awal bulan ini. Selain pasokan minyak mentah (crude), negara tersebut juga mendapatkan tambahan pasokan nafta dari negara Asia Tengah ini.

Tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk mendiversifikasi pasokan minyak jangka panjang. Menurut Kang Hoon-sik, meskipun Kazakstan terdengar jauh, waktu pengiriman minyak dari sana hampir sama dengan pengiriman dari Amerika Serikat, yaitu sekitar 50 hingga 60 hari.

Korea Selatan sangat bergantung pada impor minyak. Hampir seluruh kebutuhan energinya dipenuhi melalui impor, dengan sekitar 70% berasal dari kawasan Timur Tengah. Dampak dari konflik di kawasan ini dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Vietnam.

Vietnam harus memperpanjang penangguhan pajak bahan bakar hingga akhir Juni nanti. Keputusan ini diambil pemerintah setempat untuk menstabilkan pasar domestik, mengingat gangguan pasokan minyak masih terasa akibat perang.

Parlemen Vietnam mengesahkan resolusi tentang penangguhan pajak perlindungan lingkungan dan pajak konsumsi khusus atas bahan bakar. Penangguhan ini merupakan perpanjangan dari kebijakan yang sudah berlaku sejak akhir Maret.

Kementerian Keuangan Vietnam menyatakan bahwa penangguhan pajak ini akan mengurangi pendapatan negara sebesar 7,2 triliun dong atau sekitar US$ 273,40 juta per bulan.

Harga bahan bakar di Vietnam mengalami lonjakan sejak perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran dimulai pada akhir Februari. Menurut data dari Petrolimex, harga bensin naik 17%, sedangkan harga diesel melonjak 70%.

Harga BBM konsumen Vietnam juga meningkat 4,65% pada Maret dibandingkan tahun sebelumnya. Reuters mencatat bahwa kenaikan ini didorong oleh biaya transportasi yang meningkat, sehingga memberi tekanan terhadap target negara untuk menjaga inflasi di tingkat 4,5% pada tahun ini.

Selain itu, beberapa negara lain juga mulai mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak kenaikan harga bahan bakar. Hal ini menunjukkan bahwa krisis energi global terus berlanjut dan memengaruhi berbagai aspek ekonomi dan sosial di berbagai belahan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *