22 April 2026
AA20HAs2.jpg

Pemenuhan Kebutuhan Energi di Wilayah Indonesia

Kapal pengangkut LPG Pertamina MT Gas Attaka berhasil sandar di Jetty Integrated Terminal LPG Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Kapal ini memiliki kapasitas muatan sekitar 1.700 metrik ton LPG dan berperan penting dalam mendukung ketahanan pasokan energi di wilayah Sulawesi dan Kalimantan. Selain itu, LPG Tanker Gas Ambalat juga berhasil tiba di Kalbut, Situbondo, dengan membawa pasokan LPG untuk kebutuhan masyarakat di Jawa Timur dan sekitarnya.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa jalur maritim menjadi salah satu penopang utama distribusi BBM dan LPG ke berbagai wilayah di Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Ia menekankan bahwa Pertamina terus berkomitmen mengupayakan distribusi energi meskipun di tengah tantangan geopolitik global.

“Di tengah situasi geopolitik global, Pertamina tetap berupaya keras agar energi bisa sampai ke masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Ahad (12/4/2026).



(Pertamina)

Secara keseluruhan, Pertamina melalui subholding Downstream mengoperasikan 345 kapal, baik kapal milik sendiri maupun yang disewa. Armada ini terdiri dari 271 kapal pengangkut BBM/BBK, 27 kapal pengangkut Crude, 4 kapal pengangkut petrochemical, dan 43 kapal pengangkut LPG. Armada tersebut melayani berbagai rute, termasuk 57 wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang tersebar di berbagai penjuru Nusantara, mulai dari Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua.

Operasional kapal dilakukan oleh awak yang bekerja bergantian selama 24 jam guna memastikan distribusi berjalan aman dan tepat waktu. Hal ini sangat penting mengingat tantangan cuaca ekstrem dan navigasi geografis di wilayah kepulauan serta daerah 3T.

Strategi Pengembangan Bisnis dan Kolaborasi

Pertamina juga memperkuat operasional di seluruh lini bisnisnya menghadapi situasi geopolitik. Sebagai perusahaan energi terintegrasi, produksi hulu migas didorong untuk meningkatkan kontribusi produksi dalam negeri. Selain itu, optimalisasi pengolahan kilang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan produk energi bagi masyarakat dan sektor industri.

Selain penguatan operasional, Pertamina memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk menjaga tata kelola distribusi energi nasional. Perusahaan juga mendukung langkah tegas aparat menindak oknum yang melakukan penimbunan maupun penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi.

“Masyarakat dapat berperan aktif dengan melaporkan indikasi penyalahgunaan energi melalui aparat penegak hukum maupun Pertamina Contact Center 135. Pertamina juga mengajak masyarakat menjaga energi bersama-sama, dengan bijak menggunakan energi sesuai kebutuhan,” tutup Baron.

Komitmen Terhadap Transisi Energi dan Keberlanjutan

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya ini sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *