23 April 2026
AA20yWcs.jpg

Kinerja Layanan Telekomunikasi Selama Ramadan dan Idul Fitri 2026

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat bahwa kinerja layanan telekomunikasi selama periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2026 tetap stabil meskipun terjadi lonjakan trafik. Peningkatan penggunaan jaringan selama masa mudik ini tidak mengganggu stabilitas layanan, yang menjadi bukti kerja sama yang baik antara pemerintah dan operator.

Selama periode tersebut, kecepatan unduh tertinggi tercatat mencapai 112,16 Mbps pada 20 Maret, sedangkan kecepatan unggah tertinggi mencapai 54,26 Mbps pada 30 Maret. Hal ini menunjukkan bahwa infrastruktur jaringan mampu menangani beban yang meningkat tanpa mengalami gangguan signifikan.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Wayan Toni Supriyanto menyatakan bahwa seluruh layanan telekomunikasi tetap terjaga, termasuk di jalur mudik dan pusat aktivitas masyarakat. Secara nasional, konektivitas berada dalam kondisi stabil meski terjadi peningkatan trafik yang signifikan.

“Selama masa layanan Posko RAFI 2026, tidak terjadi gangguan besar. Ini hasil kerja bersama yang dijaga selama 24 jam penuh,” ujar Wayan dalam pernyataannya di laman resmi Komdigi pada Jumat (10/4/2026).

Evaluasi Kualitas Layanan oleh Komdigi

Dalam evaluasi tersebut, Komdigi melakukan penilaian kualitas layanan berdasarkan lima kriteria yang telah disepakati bersama seluruh operator. Hasilnya, Telkomsel mencatat nilai tertinggi pada tiga kriteria, sementara Indosat Ooredoo Hutchison unggul pada dua kriteria lainnya. Secara keseluruhan, operator seluler seperti Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XLSmart menunjukkan performa dalam kategori very good hingga excellent.

Di sisi lain, Komdigi mencatat terdapat 33 gangguan layanan di sejumlah titik posko utama. Namun, seluruh gangguan tersebut dapat ditangani dengan cepat tanpa meluas dan tanpa mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan.

Komdigi juga memanfaatkan data tambahan berbasis crowdsourcing dari Sigmon, OpenSignal, dan Ookla sebagai dasar pengukuran kualitas layanan. Berdasarkan data tersebut, terdapat 14.344 tiket yang dinyatakan memiliki hasil kurang baik. Setiap operator diwajibkan melakukan tindak lanjut penanganan dalam waktu kurang dari tiga jam.

Seluruh operator disebut telah merespons secara proaktif dan melakukan mitigasi. Secara umum, kinerja penyelenggara telekomunikasi pada RAFI 2026 dinilai mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Meski demikian, Komdigi menilai capaian ini belum sepenuhnya optimal. Pemerintah akan terus mendorong peningkatan kualitas layanan guna memenuhi hak masyarakat atas konektivitas yang andal.

Pengawasan Spektrum Frekuensi Radio

Selain jaringan seluler, pengawasan terhadap spektrum frekuensi radio juga dilakukan secara intensif. Sebanyak 31.682 frekuensi operasional dipantau untuk menjaga layanan vital, termasuk sistem keselamatan transportasi.

“Pengawasan frekuensi ini krusial karena berkaitan langsung dengan keselamatan perjalanan masyarakat,” kata Wayan.

Evaluasi juga menunjukkan tidak ditemukan penyalahgunaan perangkat ilegal seperti fake BTS di jalur mudik, yang menjadi indikator meningkatnya pengendalian ruang spektrum yang lebih ketat.

Tindakan Lanjut dan Ke depan

Komdigi akan terus memperketat pengawasan untuk menjaga keamanan dan keselamatan publik. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan operator, diharapkan kualitas layanan telekomunikasi dapat terus meningkat, sehingga masyarakat dapat menikmati layanan yang andal dan stabil setiap saat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *