19 April 2026
maxresdefault.jpg

Penyidik Periksa Dude Harlino dan Alyssa Soebandono Terkait Kasus PT DSI

Pada hari ini, Kamis (2/4/2026), pasangan selebriti Dude Harlino dan Alyssa Soebandono memenuhi panggilan penyidik di Bareskrim Polri terkait kasus dugaan penipuan yang menyeret nama PT Dana Syariah Indonesia (DSI). Keduanya memberikan klarifikasi atas keterlibatan mereka sebagai publik figur yang pernah mempromosikan perusahaan tersebut. Pemeriksaan ini berkaitan dengan kasus dugaan penipuan investasi PT DSI dengan nilai mencapai Rp2,4 triliun.

Dude Harlino dan Alyssa Soebandono dimintai keterangan sebagai saksi, mengingat keduanya sempat menjadi wajah perusahaan dalam kegiatan promosi sejak 2022 hingga 2025. Dalam kesempatan itu, Dude menjelaskan bahwa kehadirannya kali ini merupakan undangan resmi dari penyidik untuk memberikan keterangan. Ia menyebut agenda pemeriksaan tersebut berkaitan langsung dengan perusahaan yang dimaksud.

“Agenda undangan keterangan yaitu terkait dengan PT DSI,” ujar Dude, dikutip Tribunnews dalam YouTube Intens Investigasi, Kamis (2/4/2026).

Lebih lanjut, Dude mengaku ini merupakan kali pertama dirinya diminta memberikan klarifikasi dalam kasus tersebut. Ia juga membuka kemungkinan akan ada permintaan informasi lanjutan dari pihak penyidik.

“Pertama kali dan juga mungkin nanti butuh informasi dari kita,” lanjutnya.

Aktor berusia 45 tahun ini juga berharap keterangannya dapat membantu proses penyelidikan yang tengah berjalan.

“Mudah-mudahan bisa bermanfaat insyaallah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Dude turut mengonfirmasi bahwa dirinya memang pernah menjadi Brand Ambassador PT DSI selama kurang lebih tiga tahun. Kerja sama tersebut dimulai sejak 2022 dan berakhir pada 2025, serta kini sudah tidak lagi berjalan. Ia menegaskan perannya hanya sebatas promosi sebagai wajah perusahaan dalam kurun waktu tersebut.

“Jadi BA dari tahun 2022 ya, 3 tahun sampai tahun 2025,” tutup Dude.

Dude Harlino Pasrah Digeruduk Nasabah DSI yang Dananya Tertahan

Sebelumnya, Dude Harlino sempat jadi sasaran nasabah Dana Syariah Indonesia (DSI) yang uangnya masih tertahan. Meski sudah tak lagi jadi brand ambassador dan tidak terlibat dalam pengelolaan dana di internal DSI, Dude pasrah dan ikhlas jadi sasaran para nasabah.

“Saya memahami konsekuensi sebagai Brand Ambassador, bahwa memang akan banyak yang bertanya, banyak yang DM, itu sangat lumrah sekali,” ujar Dude Harlino di kawasan Tebet Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).

“Karena memang sejatinya saya mewakili brand selama saya bekerja, tentu dalam kurun waktu tertentu gitu ya, dan batas-batas dalam kontrak ya,” terusnya.

Dude menegaskan bahwa dirinya sudah tidak jadi brand ambassador DSI sejak Agustus 2025 lalu.

“Terhitung sejak Agustus kemarin ya (sudah tidak jadi BA),” kata Dude.

Dude mengaku memaklumi kegelisahan para nasabah yang kemudian diutarakan kepada dirinya lewat chat di media sosial.

“Tapi sangat wajar ketika ada terjadi sesuatu, orang bertanya kepada Brand Ambassador-nya. ‘Apa yang terjadi sebenarnya?’ Walaupun saya tidak ada di dalam operasional manajemen dan sebagainya,” jelas Dude.

“Saya langsung lemparkan kepada yang bersangkutan. Gitu, karena memang saya punya keterbatasan dengan hal itu,” sambungnya.

Dude Harlino menyampaikan klarifikasi sekaligus keprihatinannya atas situasi yang dialami para nasabah Dana Syariah Indonesia (DSI). Hal itu setelah perusahaan fintech tersebut mengalami kesulitan pembayaran sejak pertengahan 2025.

Sebagai mantan brand ambassador DSI, Dude menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keterlibatan dalam pengelolaan perusahaan. Namun ia merasa berkewajiban secara moral untuk membantu menyuarakan kondisi para nasabah.

“Banyak sekali pensiunan, ada yang butuh dana untuk pengobatan keluarga, ada yang untuk pendidikan. Saya sangat prihatin,” tutur Dude.

Karena alasan itu, Dude memilih mengambil langkah untuk membantu menyuarakan persoalan tersebut.

“Saya merasa punya tanggung jawab moral untuk menyebarluaskan agar hal ini terdengar oleh pihak-pihak yang punya wewenang,” bebernya.

Sekedar informasi, Dude Harlino belakangan jadi buah bibir setelah namanya terseret dalam persoalan yang menimpa Dana Syariah Indonesia (DSI). Perusahaan fintech berizin OJK yang sejak Juli mengalami kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran kepada ribuan nasabah.

Sebagai mantan brand ambassador, Dude menerima banyak pesan dari nasabah yang mengira dirinya memiliki kewenangan internal. Padahal kontraknya selama ini hanya sebatas kerja sama promosi tanpa keterlibatan dalam pengelolaan perusahaan.

Tingginya keresahan itu membuat Dude merasa perlu mengambil langkah untuk membantu para nasabah menyuarakan keluhan mereka. Dude memilih berdiri di sisi para nasabah sebagai bentuk tanggung jawab moralnya sebagai mantan brand ambassador.

Ia juga ingin mendorong agar pihak terkait yakni OJK memberikan perhatian dan pengawalan terhadap penyelesaian masalah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *