19 April 2026
AA1Bli0e.jpg

Kepemilikan Saham Direksi BCIC Meningkat

Beberapa direksi dari PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) melakukan pembelian saham di perusahaan tempat mereka menjabat. Hal ini tercatat dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), dan dilakukan pada hari yang sama, yaitu 26 Maret 2026.

Salah satu yang melakukan pembelian adalah Direktur Utama Bank JTrust Indonesia, Ritsuo Fukadai. Ia membeli sebanyak 3.900 unit saham dengan harga Rp 127 per saham. Harga tersebut mencerminkan penurunan sebesar 20,12% sejak awal tahun. Dengan transaksi ini, Ritsuo mengeluarkan dana sebesar Rp 495.300. Setelahnya, kepemilikannya meningkat menjadi 138.100 unit saham atau setara dengan 0,001% hak suara.

Selanjutnya, Direktur Credit Risk and Management All Delinquencies, R. Djoko Prayitno, juga melakukan pembelian saham. Ia membeli sebanyak 78.900 unit saham dengan harga Rp 126 per saham, yang menunjukkan penurunan sebesar 20,75% sejak awal tahun. Untuk transaksi ini, Djoko menghabiskan dana sebesar Rp 9,94 juta. Setelahnya, kepemilikannya bertambah menjadi 2,92 juta unit saham atau 0,016% hak suara.

Direktur Kepatuhan dan Corporate Legal, Felix I. Hartadi, juga turut serta dalam pembelian saham. Ia membeli 39.200 unit saham dengan harga Rp 127 per saham, yang mencerminkan penurunan 20,12% sejak awal tahun. Dana yang dikeluarkan untuk transaksi ini adalah Rp 4,98 juta, sehingga kepemilikannya meningkat menjadi 1,42 juta unit saham atau 0,008% hak suara.

Terakhir, Direktur Keuangan dan Perencanaan, Helmi A. Hidayat, membeli sebanyak 81.100 unit saham dengan harga Rp 123 per saham. Harga ini menunjukkan penurunan sebesar 22,64% sejak awal tahun. Helmi menghabiskan dana sebesar Rp 9,97 juta untuk transaksi ini, sehingga kepemilikannya meningkat menjadi 2,92 juta unit saham atau 0,016% hak suara.

Pada perdagangan hari ini, Selasa (31/3/2026), saham BCIC dibuka pada posisi harga Rp 129 per saham. Harga ini mengalami pelemahan sebesar 1,53% dibanding perdagangan sebelumnya. Namun, dalam sepekan terakhir, harga saham tersebut mencerminkan penguatan sebesar 4,88%.

Strategi Investasi Direksi

Pembelian saham oleh para direksi ini menunjukkan kepercayaan mereka terhadap potensi pertumbuhan perusahaan. Meskipun harga saham sedang mengalami penurunan, mereka tetap memilih untuk menambah kepemilikan saham sebagai bentuk investasi jangka panjang.

Beberapa faktor yang mungkin memengaruhi keputusan ini antara lain:

  • Kinerja Perusahaan: Meski ada penurunan harga saham, kinerja operasional perusahaan bisa saja stabil atau bahkan meningkat.
  • Strategi Jangka Panjang: Para direksi mungkin melihat peluang pertumbuhan di masa depan, meskipun saat ini harga saham sedang rendah.
  • Kepentingan Pribadi dan Profesional: Sebagai pemegang saham, mereka memiliki kepentingan untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan perusahaan.

Dengan adanya aksi beli saham oleh direksi, investor lain mungkin akan melihat tanda-tanda positif terhadap kinerja perusahaan. Hal ini bisa menjadi indikator bahwa perusahaan memiliki prospek yang baik, meskipun saat ini sedang menghadapi tekanan pasar.

Kesimpulan

Pembelian saham oleh para direksi BCIC menunjukkan bahwa mereka percaya pada masa depan perusahaan. Meskipun harga saham sedang melemah, langkah mereka menunjukkan keyakinan terhadap potensi pertumbuhan jangka panjang. Investor dapat memperhatikan tren ini sebagai salah satu indikator untuk mengambil keputusan investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *