27 April 2026
AA1ZGePU.jpg

Kinerja Keuangan ABMM pada 2025

Pada tahun 2025, PT ABM Investama Tbk. (ABMM) mencatatkan penurunan kinerja keuangan yang cukup dalam. Perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh investor ternama Lo Kheng Hong ini membukukan laba bersih sebesar US$70,61 juta atau turun sebesar 49,33% dibandingkan dengan laba bersih pada 2024 yang mencapai US$139,36 juta.

Penurunan laba bersih tersebut sejalan dengan kontraksi pendapatan perseroan. Hingga akhir Desember 2025, ABMM mencatatkan pendapatan sebesar US$1,03 miliar atau mengalami penurunan sebesar 13,50% secara year on year (YoY).

Direktur ABMM, Hans Manoe, menjelaskan bahwa kinerja perusahaan pada 2025 mencerminkan hasil dari pelaksanaan strategi yang konsisten di seluruh unit usaha. Dengan fokus pada keunggulan operasional serta pengelolaan keuangan yang disiplin, ABMM telah memperkuat fondasi perusahaan dan menjaga daya saing di tengah persaingan industri melalui optimalisasi aset operasional dan pengelolaan investasi strategis secara efektif untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

“Perseroan senantiasa waspada terhadap perubahan lingkungan eksternal dan berbagai tantangan yang berpotensi memengaruhi penciptaan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Strategi Pengembangan pada 2026

Pada tahun 2026, ABMM akan fokus pada dua ekspansi di sektor pertambangan batu bara. Pertama, perusahaan memfokuskan pengembangan operasional tambang batu bara di Provinsi Aceh. Tambang tersebut telah berhasil merealisasikan penjualan batubara perdana pada Februari 2026. Tambang tersebut diharapkan dapat mencapai produksi bulanan yang stabil untuk mendukung kinerja perseroan sepanjang 2026.

Kedua, ABMM melanjutkan ekspansi aset tambang batu bara yang baru diakuisisi di Kalimantan Tengah. Saat ini, aset tersebut sedang menjalani proses kelengkapan perizinan yang diperlukan menjelang target Tanggal Operasi Komersial (COD) pada kuartal III/2026.

Sejalan dengan pedoman yang berlaku, ABMM tetap berkomitmen penuh untuk menerapkan dan menjunjung tinggi prinsip Good Mining Practices di seluruh lokasi operasional.

Inisiatif Strategis Jangka Panjang

Ke depannya, ABMM juga akan terus melaksanakan inisiatif strategis jangka panjang yang berfokus pada pengembangan sumber pendapatan non-batubara, khususnya pada segmen logistik dan pabrikasi. Hal ini dilakukan melalui pertumbuhan non-organik di bisnis-bisnis yang berdekatan (adjacent businesses).

“Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam ekosistem usaha perseroan serta memastikan keselarasan strategi dengan visi perseroan untuk memperkokoh posisi perseroan sebagai entitas rantai nilai pertambangan yang terkemuka dan terpercaya di Indonesia.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *