19 April 2026
AA1YAUOz.jpg

Latar Belakang Usaha D’Mamam

Seorang perempuan yang dikenal dengan panggilan Wulan, Widati Wulandari, memulai usahanya dengan menghadirkan produk makanan beku khusus untuk anak. Awalnya, ia bekerja di sebuah perusahaan multinasional sebelum akhirnya memutuskan untuk terjun ke dunia usaha. Pada saat itu, ia sering membeli makanan sehat untuk buah hatinya.

Pada tahun 2014, Wulan memutuskan untuk membuka usaha bubur bayi sehat. Modal usaha yang digunakan berasal dari uang pesangon. Namun, hasilnya tidak sesuai harapan. Ia menyadari bahwa pengalaman kerjanya selama 10 tahun tidak cukup untuk menjalankan bisnis sendiri.

Perubahan Strategi dan Pengembangan Usaha

Kegagalan awal ini membuat Wulan tidak mudah menyerah. Pada tahun 2015, ia melakukan pivot dengan meluncurkan D’Mamam 2.0. Produk ini fokus pada makanan beku sehat untuk balita tanpa menggunakan penyedap rasa dan pengawet. Untuk memulai usaha, ia hanya membutuhkan modal sekitar Rp 500.000 dan menggunakan sistem pre order.

“Jadi, begitu konsumen pesan, langsung saja saya bikin,” jelas Wulan. Produk makanan beku sehat ini mulai mendapat sambutan baik dari pasar. Permintaan yang meningkat membuat D’Mamam mulai mencari pendanaan eksternal untuk ekspansi usaha.

Pendanaan Eksternal dan Pertumbuhan Usaha

Wulan memilih salah satu penyedia dana, yaitu equity crowdfunding di LBS Urundana. Hasilnya, ia berhasil meraup modal hingga sebesar Rp 1,4 miliar dengan melepas 16% saham usaha miliknya. Modal ini menjadi fondasi bagi Wulan untuk naik kelas, dari industri rumahan menuju skala pabrik.

Sekarang, operasional D’Mamam berada di pabrik seluas 1.300 meter persegi (m²) di Bogor Barat. Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi 50 ton hingga 80 ton per bulan. Wulan juga menerapkan standar kualitas yang ketat untuk produknya.

Perluasan Pasar dan Distribusi

Meskipun kapasitas produksi besar, saat ini penyerapan pasar baru mencapai sekitar 15 ton per bulan atau setara 20%-30% dari kapasitas produksi yang ada. Untuk mengatasi hal ini, Wulan mulai memperluas jangkauan pasar.

Salah satu strategi yang digunakan adalah memanfaatkan kanal penjualan online. Kini, sekitar 80% penjualan berlangsung secara daring melalui marketplace dan gudang penghubung (hub). Untuk distribusi ke luar Jabodetabek, Wulan memberdayakan basis pelanggannya sendiri.

Ekspansi ke Luar Negeri

Hasilnya, sayap bisnis D’Mamam telah menjangkau hingga ke Malaysia. Saat ini, produknya sudah tersedia di enam toko perlengkapan bayi (baby shop) di negeri jiran melalui pengiriman kargo. Wulan berharap, produknya bisa lebih luas lagi menjangkau pasar domestik.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Meski telah mencapai banyak kesuksesan, Wulan tetap menghadapi tantangan dalam mengelola bisnis yang semakin berkembang. Ia terus berusaha untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas jaringan distribusi. Dengan semangat kewirausahaan yang tak pernah padam, Wulan terus berkomitmen untuk memberikan makanan sehat dan aman bagi anak-anak Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *