Sosok Agung Widiyatmoko, Bos Kuliner yang Beri THR Sepeda Motor ke 29 Karyawan
Agung Widiyatmoko, seorang pengusaha kuliner asal Sukoharjo, Jawa Tengah, menjadi sorotan karena memberikan THR berupa sepeda motor kepada 29 karyawannya. Selain itu, ia juga memberikan uang tunai senilai Upah Minimum Regional (UMR) sebagai bentuk apresiasi terhadap karyawan.
Agung dikenal sebagai pemilik Rumah Makan Pawon Ayu, sebuah usaha kuliner yang telah berdiri selama enam tahun, tepatnya saat masa pandemi Covid-19. Setiap tahun, ia rutin memberikan THR kepada para karyawan. Namun, tahun ini ia memutuskan untuk memberikan hadiah tambahan yang tidak biasa, yaitu sepeda motor Honda Beat.
Untuk membeli 29 unit sepeda motor tersebut, Agung merogoh kocek hingga Rp 580 juta. Ia menjelaskan bahwa pemberian kendaraan tersebut bukan hanya sekadar THR, tetapi lebih sebagai apresiasi atas kerja keras dan dedikasi karyawan selama bekerja.
Kejutan yang Menggembirakan
Pemberian sepeda motor dilakukan dengan cara yang mengejutkan. Sebelumnya, Agung mengajak karyawan makan malam bersama setelah melaksanakan shalat tarawih. Ia sengaja mengumpulkan mereka di malam hari untuk memberikan kejutan.
“Saya kumpulkan semua malam-malam setelah tarawih. Saya undang makan malam. Terus saya umumkan. Ini surprise karena dari awal mereka tidak tahu,” kata Agung.
Pujihartini, salah satu karyawan yang menerima hadiah sepeda motor, mengaku kaget dan tidak percaya. Ia sudah menerima THR uang tunai sebesar Rp 2,5 juta tiga hari sebelumnya. Namun, pada hari Senin, ia mendapat tambahan berupa sepeda motor.
“Kaget. Kan hari Jumat sudah dapat THR. Kok hari Senin dapat kendaraan,” katanya.
Harapan Agung untuk Karyawan
Agung berharap bahwa dengan pemberian hadiah ini, para karyawan akan memiliki semangat baru dan tetap solid dalam bekerja. Ia percaya bahwa apresiasi ini bisa menjadi motivasi bagi karyawan untuk terus bersemangat dalam menjalankan tugasnya.
Tips Pengelolaan THR yang Bijak
THR sering kali menjadi momen yang dinantikan, namun tanpa pengelolaan yang tepat, uang tersebut sering habis dalam waktu singkat. Perencana keuangan Prita Hapsari Ghozie menyarankan agar pengelolaan THR dimulai sejak dana diterima, bukan saat mendekati Lebaran.
Menurutnya, langkah awal yang disiplin sangat penting agar THR bisa bertahan hingga pasca-Idul Fitri. Strategi yang direkomendasikan adalah:
- Gunakan strategi zakat dan dana sisa: Setelah THR cair, dana sebaiknya langsung dialokasikan untuk kewajiban seperti zakat fitrah dan pemberian THR kepada pekerja rumah tangga.
- Bagi dana ke dua pos utama:
- Kebutuhan H-7: belanja pokok dan biaya mudik
- Hari H hingga H+7: salam tempel dan kegiatan silaturahmi
Selain itu, Prita merekomendasikan pembagian anggaran dengan rumus 10-70-20:
- 10 persen: keinginan (misalnya baju baru atau hiburan)
- 70 persen: kebutuhan Lebaran (zakat, sedekah, mudik, makanan, THR, salam tempel)
- 20 persen: tabungan, investasi, atau melunasi utang
Dengan pola ini, pengeluaran bisa tetap seimbang antara kebutuhan saat Lebaran dan kondisi keuangan setelahnya.