Hasil Investasi Ciputra Life Tumbuh Signifikan pada 2025
PT Asuransi Ciputra Indonesia, atau yang dikenal sebagai Ciputra Life, mencatatkan hasil investasi sebesar Rp66,24 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 69% dibandingkan dengan tahun sebelumnya (year on year/YoY). Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Ciputra Life, Hengky Djojosantoso, dalam wawancara dengan media bisnis.
Menurut Hengky, porsi terbesar dari investasi perusahaan berasal dari instrumen berpendapatan tetap, khususnya obligasi pemerintah dan obligasi korporasi. Ia menjelaskan bahwa perusahaan asuransi jiwa biasanya lebih tertarik pada instrumen investasi yang memiliki profil liabilitas jangka panjang. Contohnya adalah obligasi pemerintah, obligasi korporasi, serta saham.
Namun, ia menekankan bahwa setiap perusahaan asuransi akan mempertimbangkan profil liabilitas atau kewajiban masing-masing dalam menentukan instrumen investasi yang akan digunakan. Untuk Ciputra Life sendiri, mayoritas penempatan investasi dilakukan di dalam obligasi pemerintah, diikuti oleh obligasi korporasi. Sementara untuk pasar saham, perusahaan melakukan penempatan secara selektif.
Sektor Pertambangan dan Energi Menarik Perusahaan
Hengky menyebutkan bahwa saat ini sektor pertambangan dan energi menjadi salah satu sektor yang menarik bagi Ciputra Life. Namun, ia menegaskan bahwa dalam melakukan investasi di pasar saham, sektor bukanlah faktor utama yang dipertimbangkan. Sebaliknya, perusahaan lebih fokus pada faktor fundamental dan prospek pertumbuhan ke depan dari perusahaan tersebut.
Untuk tahun 2026, Hengky mengungkapkan bahwa pengelolaan investasi Ciputra Life tetap bertujuan untuk memastikan pemenuhan kewajiban kepada nasabah, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang. Menurutnya, diversifikasi portofolio menjadi suatu kewajiban, dengan melakukan penempatan ke dalam instrumen investasi yang memiliki durasi pendek, menengah, maupun panjang sesuai dengan durasi kewajiban perusahaan (asset liability management).
Di tengah kondisi volatilitas pasar yang tinggi, Hengky menyatakan bahwa perusahaan cenderung lebih berhati-hati dalam melakukan penempatan investasi pada instrumen dengan investment horizon yang lebih panjang.
Peningkatan Hasil Investasi di Industri Asuransi Jiwa
Dalam konteks yang lebih luas, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat bahwa hasil investasi di industri asuransi jiwa sepanjang 2025 meningkat signifikan sebesar 103,1% YoY menjadi Rp47,32 triliun. Ciputra Life menilai hal ini terjadi karena penurunan BI Rate yang mendorong penurunan yield obligasi dan menyebabkan apresiasi harga obligasi, baik obligasi pemerintah maupun obligasi korporasi.
Selain itu, penurunan BI Rate juga menyebabkan penurunan suku bunga perbankan, sehingga biaya bunga yang harus ditanggung oleh perusahaan menjadi lebih rendah. Hal ini berdampak pada peningkatan proyeksi profit perusahaan. Ekspektasi peningkatan profit ini kemudian mendorong apresiasi harga-harga saham perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).