23 April 2026
AA1xERd5.jpg



Pada tahun 2025, industri asuransi jiwa di Indonesia menunjukkan tren penempatan investasi yang dominan pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN). Hal ini menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga stabilitas keuangan dan memenuhi kebutuhan pemegang polis.

Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Harsya Wardhana Prasetyo, menyampaikan bahwa total penempatan investasi pada SBN mencapai Rp 248,25 triliun. Angka ini meningkat sebesar 20,9% dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya. Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta Selatan, ia mengatakan bahwa SBN masih menjadi pilihan utama karena sifatnya yang aman dan stabil.

Menurut data AAJI, SBN memberikan kontribusi sebesar 42,04% terhadap total investasi industri asuransi jiwa yang mencapai Rp 590,54 triliun pada 2025. Penempatan dana pada SBN juga mencerminkan komitmen industri dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

Meskipun ada dinamika pasar saham yang tidak stabil, instrumen saham tetap menjadi pilihan utama kedua bagi industri asuransi jiwa. Total penempatan investasi pada saham mencapai Rp 128,72 triliun, turun 4,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, kontribusinya terhadap total investasi mencapai 21,8%.

Selanjutnya, instrumen reksa dana menjadi pilihan ketiga dengan total penempatan sebesar Rp 74,07 triliun. Nilai ini meningkat sebesar 7,5% dibandingkan tahun lalu, dan berkontribusi sebesar 12,54% terhadap total investasi.

Instrumen sukuk korporasi juga menjadi bagian penting dalam portofolio investasi asuransi jiwa. Pada 2025, total penempatan pada sukuk korporasi mencapai Rp 53,45 triliun, naik 12,4% dari tahun sebelumnya. Kontribusinya terhadap total investasi adalah 9,05%.

Posisi kelima ditempati oleh instrumen deposito, dengan total penempatan sebesar Rp 31,95 triliun. Meskipun nilai ini turun 2,9% dibandingkan tahun sebelumnya, kontribusinya terhadap total investasi tetap sebesar 5,41%.

Sementara itu, sisanya dari total investasi asuransi jiwa dialokasikan ke berbagai instrumen lain seperti penyertaan langsung, bangunan, tanah, serta instrumen-instrumen lainnya.

Total penempatan investasi asuransi jiwa pada 2025 mencapai Rp 590,54 triliun, meningkat sebesar 9% dibandingkan tahun sebelumnya. Tren ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan konsistensi dalam pengelolaan dana oleh industri asuransi jiwa.

Dengan strategi investasi yang terencana dan didukung oleh instrumen-instrumen yang aman, industri asuransi jiwa berupaya untuk menjaga kepentingan para pemegang polis sekaligus mendukung perekonomian nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *