23 April 2026
AA1YlFTC.jpg



Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengumumkan bahwa musuh-musuh negara ini telah dikalahkan. Pernyataan ini disampaikan dalam bentuk tulisan yang dibacakan di televisi Iran pada Jumat (20/3), menjelang perayaan Tahun Baru Persia “Nowruz” dan Idul Fitri yang jatuh pada tanggal yang sama, yaitu 21 Maret 2026.

“Saat ini, berkat persatuan khusus yang terbangun di antara kalian, sesama warga — meski memiliki perbedaan latar belakang agama, pemikiran, budaya, dan politik — musuh telah dikalahkan,” ujarnya dalam pernyataannya.

Sebagai informasi, Mojtaba Khamenei belum terlihat di hadapan publik sejak menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran, menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam operasi militer Amerika Serikat bersama Israel, pada 28 Februari lalu.

Mojtaba Khamenei menuding Amerika Serikat dan Israel melakukan kesalahan besar dalam perhitungan mereka karena mengira rakyat Iran akan menggulingkan pemerintah setelah satu atau dua hari serangan. Menurut dia, perang ini dilancarkan dengan “ilusi” bahwa jika para pemimpin dan tokoh militer berpengaruh gugur sebagai martir, hal itu akan menimbulkan ketakutan dan keputusasaan di tengah rakyat, sehingga membuka jalan bagi upaya menguasai Iran dan memecah-belahnya.

“Sebaliknya, justru retakan muncul di pihak musuh,” kata dia.

Ia juga membantah bahwa Iran dan kelompok sekutunya terlibat dalam serangan terhadap Turki dan Oman yang baru-baru ini terjadi. Mojtaba Khamenei menyebut insiden tersebut sebagai operasi “false flag” alias manipulasi bendera oleh musuh Iran untuk “menabur perpecahan di antara negara-negara tetangga”, dan memperingatkan bahwa hal serupa bisa terjadi di negara lain.

Beberapa hari sebelumnya, Kementerian Pertahanan Turki menyatakan bahwa sistem pertahanan udara NATO berhasil mencegat rudal balistik yang diluncurkan dari Iran. Sementara itu, dua orang tewas di Oman setelah drone jatuh di Provinsi Sohar.

Dalam pernyataannya, Mojtaba Khamenei juga menyerukan kepada Afghanistan dan Pakistan untuk mengakhiri pertempuran antara keduanya. “Saya menyerukan kepada dua negara bersaudara, Afghanistan dan Pakistan, untuk membangun hubungan yang lebih baik dan saya siap mengambil langkah yang diperlukan,” katanya.

Kedua negara tersebut telah sepakat untuk melakukan jeda sementara dalam pertempuran selama perayaan Idul Fitri, setelah berminggu-minggu terlibat “perang terbuka” yang mematikan, yang memakan korban meninggal dan luka-luka, termasuk dari masyarakat sipil.

Sebelumnya, pemerintah Pakistan menuduh kelompok seperti Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) menggunakan wilayah Afghanistan sebagai basis serangan ke dalam Pakistan, sementara otoritas di Afghanistan menolak tudingan tersebut dan mengecam serangan balasan militer Pakistan yang dinilai melanggar kedaulatan. Ketegangan ini diperparah oleh sengketa lama soal garis perbatasan Durand Line, yang belum sepenuhnya diakui Afghanistan.

Peran Mojtaba Khamenei dalam Politik Iran

Mojtaba Khamenei, yang merupakan putra dari Ayatollah Ali Khamenei, kini menjadi pusat perhatian setelah mengambil alih peran sebagai pemimpin tertinggi Iran. Meskipun ia belum banyak muncul di hadapan publik, pernyataannya tentang kemenangan atas musuh-musuh Iran menunjukkan bahwa ia ingin menegaskan dominasi dan kekuatan negara dalam situasi geopolitik yang kompleks.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya perdamaian antara negara-negara tetangga, khususnya Afghanistan dan Pakistan. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa hubungan yang baik antara kedua negara adalah kunci untuk menciptakan stabilitas di kawasan tersebut.

Tantangan yang Dihadapi Iran

Iran kini menghadapi tantangan besar dalam menghadapi ancaman dari luar dan konflik internal. Dengan adanya serangan-serangan yang dilakukan oleh negara-negara asing dan kelompok-kelompok yang tidak stabil, Iran harus terus memperkuat posisi diplomasi dan militer mereka.

Namun, Mojtaba Khamenei juga menunjukkan bahwa ia percaya pada kekuatan rakyat Iran. Ia mengatakan bahwa persatuan antar warga, meskipun memiliki perbedaan latar belakang, adalah kunci keberhasilan negara dalam menghadapi tantangan-tantangan eksternal.

Tindakan yang Diambil oleh Pemerintah

Selain menyerukan perdamaian antara Afghanistan dan Pakistan, pemerintah Iran juga aktif dalam menghadapi ancaman dari luar. Contohnya, dengan penangkapan rudal balistik yang diluncurkan dari Iran oleh sistem pertahanan udara NATO, menunjukkan bahwa Iran terus memperkuat pertahanan negara.

Selain itu, pemerintah Iran juga berupaya untuk menghindari konflik dengan negara-negara tetangga, terutama setelah adanya insiden yang dituduhkan sebagai operasi “false flag”. Hal ini menunjukkan bahwa Iran ingin menjaga stabilitas di kawasan dan tidak terlibat dalam konflik yang tidak perlu.

Kesimpulan

Peran Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran menunjukkan bahwa ia ingin membangun kembali kepercayaan rakyat dan menjaga stabilitas negara. Dengan menegaskan kemenangan atas musuh-musuh Iran dan menyerukan perdamaian antara negara-negara tetangga, ia menunjukkan bahwa Iran siap menghadapi tantangan di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *