19 April 2026
AA1YZcQk.jpg

Lonjakan Penumpang dan Kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk

Pada Rabu (18/3/2026), menjelang Lebaran Idulfitri 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat lonjakan penumpang sebesar 65,2%. Dalam rentang waktu pukul 00.01–23.59 WITA, total penumpang yang melakukan perjalanan dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk mencapai 74.213 orang. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 44.925 orang.

Selain itu, tercatat sebanyak 23.555 unit kendaraan telah menyeberang dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk pada H-3 Lebaran. Kenaikan ini mencapai 58,8% dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 14.837 unit. Berdasarkan jenis kendaraannya, roda dua mencatat 14.659 unit atau naik 44,5%, sedangkan kendaraan roda empat mencapai 7.260 unit dengan kenaikan 87,7%.

Selain itu, truk yang menyeberang mencapai 1.051 unit atau naik 139,4% dibandingkan tahun lalu sebanyak 439 unit. Sementara itu, bus yang menyeberang mencapai 585 unit atau naik 51,2% dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 387 unit.

Secara akumulatif, total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa pada periode 11–18 Maret 2026 mencapai 457.611 orang atau naik 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 427.069 orang. Total kendaraan yang telah menyeberang tercatat sebanyak 146.447 unit atau naik 8,8% dibandingkan realisasi periode 11–18 Maret 2025 sebanyak 134.633 unit.

Kemacetan di Wilayah Gilimanuk

Berdasarkan pemantauan pada Rabu (18/3/2026) pukul 10.00 WITA, antrean kendaraan masih terlihat di wilayah Desa Melaya dengan panjang sekitar 11 kilometer dari pelabuhan. Meski demikian, kondisi ini menunjukkan tren membaik dibandingkan sebelumnya yang sempat mencapai lebih dari 30 kilometer.

Peningkatan kapasitas layanan kapal serta pengaturan arus yang lebih terstruktur mulai berdampak pada kelancaran lalu lintas. Arus kendaraan bergerak lebih stabil, meski pengguna jasa tetap diimbau untuk bersabar dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Dengan berbagai upaya yang terus dilakukan, pemerintah berharap kondisi lalu lintas di akses Pelabuhan Gilimanuk dapat kembali normal dalam waktu dekat, sehingga mobilitas masyarakat menjelang hari besar keagamaan dapat berjalan lebih lancar.

Penyebab Kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyebutkan bahwa ada tiga alasan utama di balik kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk. Pertama, rangkaian perayaan Nyepi yang berdekatan dengan mudik Lebaran. Nyepi jatuh pada 19 Maret 2026, dengan rangkaian upacara sejak 15 Maret. Banyak masyarakat memilih mudik sebelum hari raya berlangsung, sehingga terjadi peningkatan volume kendaraan.

Kedua, penambahan volume kendaraan yang melakukan mudik dari Bali. Bali biasanya mencatatkan volume mudik kendaraan sebesar 21.000, namun kini mencapai 27.000 kendaraan.

Terakhir, kemacetan juga disebabkan oleh ketidakpatuhan pengendara sumbu tiga ke atas yang tidak mematuhi aturan beroperasi pada jam-jam tertentu. Ketidakpatuhan ini membuat beberapa kendaraan masih beroperasi di jam-jam yang sebelumnya dilarang, sehingga menyebabkan kemacetan panjang di Gilimanuk.

Alasan serupa juga disampaikan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi yang menyayangkan masih adanya pengusaha logistik yang nekat mengoperasikan truk sumbu tiga atau lebih pada periode pembatasan angkutan barang sejak 13 Maret 2026, sehingga menyebabkan kemacetan.

Dalam peninjauan saat itu, Dudy menekankan bahwa pelanggaran tersebut berdampak pada meningkatnya kepadatan alias kemacetan di simpul transportasi pada jalur mudik. “Ketidakpatuhan ini berdampak pada meningkatnya antrean kendaraan di sejumlah titik strategis termasuk di pelabuhan penyeberangan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *