26 April 2026
AA1WVDeU.jpg

Perluasan Pilihan Aset Kripto di PINTU

PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset kripto yang terdaftar resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terus memperluas pilihan aset kripto untuk memenuhi minat pengguna yang semakin berkembang. Di tengah fluktuasi pasar kripto yang dinamis, PINTU terus menambah pilihan aset tertokenisasi yang memungkinkan pengguna di Indonesia memperdagangkan lebih dari 30 aset yang ditokenisasi, seperti saham, exchange-traded fund (ETF), hingga komoditas seperti emas dan perak dalam bentuk aset kripto melalui aplikasi PINTU.

Dengan semakin banyaknya pilihan tokenisasi aset, PINTU memastikan pengguna memiliki fleksibilitas untuk tetap berinvestasi secara produktif di berbagai sektor pasar modal global. Hal ini menjadi salah satu strategi utama untuk menjawab kebutuhan investor yang semakin sadar akan pentingnya diversifikasi portofolio.

Performa Tokenisasi Aset di PINTU

Head of Product Marketing PINTU Iskandar Mohammad mengungkapkan berdasarkan data internal, kategori tokenisasi aset di aplikasi PINTU menunjukkan performa signifikan pada Februari 2026. “Kami mencatat lonjakan volume perdagangan per pengguna sebesar 45 persen dibandingkan bulan sebelumnya, disertai pertumbuhan jumlah pengguna kumulatif sebesar 9,18 persen pada periode yang sama. Data ini menunjukkan semakin besarnya minat pengguna untuk mengakses aset global melalui tokenisasi,” katanya, Senin (16/3/2026).

Tiga aset yang menjadi favorit pengguna untuk diperdagangkan saat ini adalah NVDAx (NVIDIA), AAPLx (Apple), dan GOOGLx (Google). Tingginya aktivitas pada aset-aset tersebut mencerminkan kepercayaan pengguna terhadap saham teknologi global unggulan.

Diversifikasi Portofolio dengan Tokenisasi Aset

Selain itu, melalui tokenisasi ini pengguna dapat melakukan diversifikasi portofolio tidak hanya pada aset kripto, tetapi juga pada aset yang ditokenisasi seperti saham, ETF, hingga komoditas yang dapat diakses dalam satu aplikasi. “Pilihan aset tersebut telah dikurasi untuk memastikan kualitas aset dan keamanan pengguna,” ujarnya.

Tokenisasi aset juga memberikan akses yang lebih mudah bagi pengguna untuk memilih berbagai jenis aset tanpa harus menghadapi batasan geografis atau regulasi yang rumit. Hal ini membuat pengguna lebih percaya diri dalam berinvestasi, terutama di tengah ketidakpastian pasar finansial global.

Tren Global Tokenisasi Aset

Tren tokenisasi aset juga terus menunjukkan pertumbuhan secara global. Berdasarkan data Tokenizer Estate News per 9 Maret 2026, pasar token real world asset (RWA) secara global mencatat pertumbuhan positif dengan total nilai pasar mencapai 26,54 miliar dolar AS atau sekitar Rp 450,49 triliun, meningkat 2,20 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Jumlah pemegang aset juga telah mencapai 663.000 dompet digital (wallet), menandakan semakin luasnya adopsi tokenisasi di berbagai negara. Kondisi ini menunjukkan bahwa tokenisasi aset mulai dilihat sebagai alternatif bagi investor untuk mengakses berbagai kelas aset melalui teknologi blockchain.

Harapan PINTU untuk Pengguna

“Kami memahami investor kripto di Indonesia tidak hanya selektif dalam mencari aset investasi, tetapi juga melakukan diversifikasi portofolio yang lebih terukur. Melalui listing tokenisasi aset ini, PINTU ingin memberikan akses yang lebih mudah bagi pengguna untuk menjangkau berbagai aset global dalam satu aplikasi yang aman, praktis, dan teregulasi oleh OJK. Kami berharap masyarakat dapat mengeksplorasi peluang ini secara bijak,” tutup Iskandar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *