21 April 2026
rvJiB4ZmLQurSpSVQYsugDNX6TtkWJYjQz7uPtzX.jpg

Operasi Pasar Tanggap Inflasi Aceh Digelar untuk Stabilisasi Harga Kebutuhan Pokok

Pemerintah Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menggelar Operasi Pasar Tanggap Inflasi Aceh. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Takengon, Sabtu (14/3/2026) pagi.

Operasi pasar ini merupakan program Pemerintah Aceh melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh yang dilaksanakan serentak di lima kabupaten/kota yang menjadi daerah pengukur inflasi di Aceh pada 14 hingga 16 Maret 2026. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyediakan sejumlah komoditas bahan pokok dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat, seperti:

  • Beras premium: Rp109.000 per sak (10 kilogram)
  • Minyak goreng: Rp33.000 per dua liter
  • Gula pasir: Rp14.000 per kilogram
  • Telur ayam ras: Rp43.000 per papan

Khusus untuk pelaksanaan di Aceh Tengah, disediakan sebanyak 750 paket bahan pokok bagi masyarakat. Secara keseluruhan, operasi pasar ini menyediakan komoditas bersubsidi berupa:

  • Beras premium sebanyak 90.000 kilogram
  • Gula pasir 15.000 kilogram
  • Minyak goreng 15.000 liter
  • Telur ayam ras sebanyak 8.250 papan

Sambutan Bupati Aceh Tengah

Bupati Aceh Tengah, Drs Haili Yoga MSi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ketersediaan beras di daerah masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Ia menjelaskan bahwa saat ini di Bulog sudah tersedia hampir 800 ton beras dan dalam waktu dekat akan datang lagi sekitar 800 ton sebagai persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Ia juga menyebutkan bahwa BBM dan kebutuhan lainnya masih tersedia. Namun, tingginya angka inflasi di Aceh Tengah saat ini dipengaruhi oleh kenaikan harga beberapa komoditas, seperti daging ayam, telur, dan daging sapi. Selain itu, faktor distribusi juga turut memengaruhi harga karena kondisi jalur transportasi yang menyebabkan kendaraan besar belum dapat melintas. Akibatnya, distribusi barang masih menggunakan kendaraan kecil dengan biaya angkut yang lebih tinggi.

Bupati juga mengimbau masyarakat agar melaporkan kepada pemerintah apabila menemukan harga kebutuhan pokok yang terlalu tinggi di pasaran. “Jika ada harga yang terlalu tinggi, sampaikan kepada pemerintah. Kami akan melakukan operasi pasar bersama Forkopimda Aceh Tengah dan menindaklanjuti melalui dinas terkait. Pemerintah hadir untuk melayani masyarakat,” tegasnya.

Penjelasan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aceh

Sementara itu, Gubernur Aceh yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aceh, Ir T Robby Irza SSiT MT, mengatakan operasi pasar ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam mengendalikan inflasi menjelang Idul Fitri. Ia menjelaskan kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di lima daerah pengukur inflasi di Aceh dengan pembagian tugas kepada pimpinan daerah.

Gubernur berada di Banda Aceh, Wakil Gubernur di Lhokseumawe, Asisten III di Aceh Tamiang, Asisten I di Aceh Barat, sementara dirinya hadir di Aceh Tengah. Menurutnya, menjelang Idul Fitri biasanya terjadi peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat yang diikuti dengan meningkatnya permintaan terhadap kebutuhan pokok sehingga berpotensi memicu kenaikan harga di pasaran.

Saat ini, angka inflasi di Provinsi Aceh tercatat sebesar 6,94 persen dan Aceh Tengah menjadi salah satu daerah dengan tingkat inflasi tinggi, terutama dipicu oleh kenaikan harga komoditas seperti daging ayam, telur, dan beras. “Melalui operasi pasar ini pemerintah hadir untuk menekan harga bahan pokok dan menjaga stabilitas pangan, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri dengan lebih tenang,” ujarnya.

Pemerintah berharap kegiatan operasi pasar ini dapat membantu menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *