Harga Kopra di Manado Stabil, Pusat Perdagangan Sepi Saat Akhir Pekan
Awal pekan ini, harga komoditas kopra di Kota Manado, Sulawesi Utara, terpantau stabil. Hingga Minggu (8/3/2026), harga kopra berada di kisaran Rp 16.500 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasokan dan permintaan tetap seimbang, meskipun ada sedikit fluktuasi akibat aktivitas perdagangan yang tidak aktif pada hari Minggu.
Pusat perdagangan kopra, khususnya di wilayah Calaca, Kecamatan Wenang, terlihat lengang pada Minggu siang. Hal ini disebabkan oleh liburannya aktivitas operasional gudang penyimpanan dan pembelian hasil bumi setiap akhir pekan. Para pedagang dan petani biasanya menghindari datang ke pusat perdagangan pada hari Minggu karena tidak ada transaksi yang dilakukan.
Cakra, seorang karyawan gudang di kawasan Calaca, mengonfirmasi bahwa patokan harga saat ini masih merujuk pada penutupan transaksi terakhir. “Hari ini tidak buka, tapi kalau kemarin harganya di kisaran Rp 16.500 per kilogram. Kalau besok kemungkinan harganya masih sama, tapi bisa juga berubah,” ujar Bobby, salah satu petani yang sering menjual kopra di wilayah tersebut.
Bagi para petani yang berencana membawa hasil panennya ke pusat kota, disarankan untuk mengatur jadwal keberangkatan pada hari kerja. Pihak pengelola gudang memastikan bahwa aktivitas bongkar muat dan transaksi akan kembali normal mulai Senin besok. “Gudang buka dari Senin sampai Sabtu. Jadi kalau mau jual kopra bisa datang besok,” katanya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, suasana di sekitar gudang tampak sepi di bawah langit mendung. Hanya terlihat segelintir warga yang melintas di area yang biasanya sibuk dengan aktivitas pengangkutan karung-karung kopra tersebut. Meski kondisi ini membuat aktivitas perdagangan terhambat, namun para pelaku usaha tetap optimis bahwa permintaan akan kembali meningkat pada hari-hari kerja.
Kopra tetap menjadi primadona bagi ekonomi Sulawesi Utara karena fungsinya sebagai bahan baku utama minyak kelapa. Selain itu, produk turunan dari daging kelapa kering ini memiliki cakupan industri yang luas, antara lain:
- Industri Manufaktur: Menjadi bahan dasar pembuatan sabun, kosmetik, hingga margarin.
- Pangan & Nutrisi: Sumber lemak nabati dan energi bagi berbagai produk olahan makanan.
- Sektor Peternakan: Sisa hasil olahan kopra diolah kembali menjadi pakan ternak yang bernutrisi tinggi.
Dengan peran pentingnya dalam berbagai sektor industri, kopra tidak hanya menjadi sumber pendapatan bagi para petani, tetapi juga berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Meskipun saat ini kondisi pasar sedang sepi, tetapi potensi pertumbuhan ekonomi dari sektor ini tetap terbuka lebar.