21 April 2026
AA1XMqOs.jpg

Peran Sektor Perumahan dalam Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah melihat sektor perumahan sebagai salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurut Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo, pembangunan kawasan perumahan telah berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 1,5% hingga 2%. Ia menilai industri ini memiliki efek pengganda yang sangat besar, yaitu berkisar antara 1,5 hingga 5 kali lipat.

Setiap rupiah yang diinvestasikan dalam sektor properti dinilai mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh adanya 185 subsektor ekonomi yang terkait langsung dengan rantai pasok bisnis properti, konstruksi, dan perumahan. Dengan demikian, proyek perumahan menjadi salah satu faktor utama dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi minimal 8%.

“Saya sangat yakin bahwa kita akan mencapai pertumbuhan ekonomi 8%, karena dari perumahan saja kami hitung sudah 1,5% sampai 2%,” ujar Hashim dalam acara groundbreaking Rusun Subsidi Meikarta di Cikarang Selatan, Minggu (8/3/2026).

Hashim, yang juga merupakan adik Presiden Prabowo, menjelaskan bahwa tujuan utama dari proyek perumahan adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan hunian layak. Ia menyatakan bahwa cita-cita pemerintah adalah mampu membangun 3 juta apartemen rumah setiap tahunnya. Tujuannya adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Kondisi Ketersediaan Hunian

Berdasarkan data dari Satgas Perumahan, saat ini terdapat 9 juta hingga 15 juta keluarga yang masuk dalam daftar tunggu untuk mendapatkan rumah layak huni. Angka ini menunjukkan betapa besar kebutuhan akan perumahan yang belum terpenuhi oleh pemerintah.

Selain itu, masih terdapat 27 juta keluarga Indonesia yang tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Hal ini menunjukkan bahwa sektor perumahan memiliki potensi ekonomi yang besar dan bisa menjadi motor utama dalam mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.

Fokus pada Pengembangan Hunian Vertikal

Tahun ini, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengungkapkan bahwa arah pembangunan program 3 juta rumah akan fokus pada pengembangan hunian vertikal atau rumah susun (rusun) subsidi. Tujuannya adalah untuk mempercepat suplai perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Arah pembangunan tahun ini adalah membangun rumah susun subsidi,” kata Ara.

Proyek Rusun Subsidi Meikarta

Untuk tahap pertama, pembangunan rusun subsidi akan dilakukan bersama dengan Lippo Group. Proyek ini berlokasi di Meikarta dan resmi dimulai pada hari ini, Minggu (8/3/2026).

Dalam laporan yang diberikan, rusun subsidi Meikarta akan dibangun di atas lahan seluas 30 hektare (Ha) dan akan menyediakan hingga 140.000 unit rusun subsidi bagi MBR. Proyek ini diharapkan dapat memberikan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan hunian layak.

Potensi Ekonomi dari Proyek Perumahan

Dengan proyek seperti ini, sektor perumahan tidak hanya memberikan manfaat sosial, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang luas. Dari segi ekonomi, proyek perumahan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan permintaan barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan sektor-sektor pendukung lainnya.

Proyek-proyek seperti Rusun Subsidi Meikarta menjadi contoh bagaimana pembangunan perumahan dapat menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Dengan keterlibatan pihak swasta dan pemerintah, diharapkan kebutuhan perumahan masyarakat dapat terpenuhi secara bertahap dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *