19 April 2026
BB1jSNWB.jpg

Kecelakaan Maut di Jalan Irigasi Bendasari

Pada malam hari Minggu (15/2), sebuah kecelakaan maut terjadi di Jalan Irigasi Bendasari, Desa Kondangjaya, Karawang Timur. Truk kontainer yang hilang kendali menabrak mobil sedan Toyota Corolla yang sedang melintas, sehingga menyebabkan tiga orang anggota keluarga meninggal dunia secara tragis di lokasi kejadian. Selain itu, tiga orang lainnya mengalami luka berat akibat terjepit bodi kendaraan yang rusak parah.

Mobil sedan dengan nomor polisi T 1275 KN tersebut membawa enam penumpang, yaitu pasangan suami istri beserta empat anak mereka. Keluarga ini tercatat sebagai warga Perumahan Citra Kebun Mas (CKM), Desa Bengle, Majalaya, Karawang.

Identitas Korban dan Penyelamatan

Kasat Lantas Polres Karawang, AKP Sudirianto, mengonfirmasi bahwa korban meninggal dunia terdiri dari tiga orang. Mereka adalah sopir truk, ayah dari keluarga tersebut, ibunya, serta satu balita yang dipangkuan ibunya. Sementara itu, tiga anak lainnya yang duduk di kursi belakang berhasil selamat meski harus dilarikan ke rumah sakit karena luka serius.

Kronologi Kecelakaan

Kecelakaan bermula saat truk kontainer dengan nopol B 9107 UEI melintasi turunan Jalan Tanggul Rawagabus sekitar pukul 20.00 WIB. Jalur yang sempit diduga menjadi penyebab utama kecelakaan ini. Sopir truk mencoba melewati jalur sempit tersebut, namun kendaraan berat tersebut kehilangan keseimbangan dan tergelincir.

Truk tersebut kemudian terguling tepat di atas mobil sedan korban. Beban kontainer yang sangat berat membuat bodi mobil sedan nyaris rata dengan tanah, menciptakan pemandangan yang mencekam di lokasi kejadian.

Proses Evakuasi yang Menegangkan

Proses penyelamatan para korban berlangsung sangat menegangkan. Petugas gabungan dari kepolisian, Dishub, dan warga sekitar harus bekerja keras selama beberapa jam untuk mengeluarkan para korban dari impitan besi tua.

Sudirianto menjelaskan bahwa kendala utama dalam evakuasi adalah sempitnya akses jalan dan posisi korban yang terjepit peti kemas. “Evakuasi membutuhkan waktu 2,5 jam dan dibantu oleh jajaran Dishub maupun warga,” ujarnya.

Penyelidikan dan Langkah Pemeriksaan

Pihak kepolisian masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mendalami penyebab pasti kecelakaan. Kabar terbaru menyebutkan bahwa sopir truk kontainer telah diamankan untuk pemeriksaan dan penyelidikan intensif.

Selain itu, polisi juga berencana melakukan tes urine kepada sopir guna memastikan apakah ada unsur kelalaian atau pengaruh zat terlarang saat mengemudikan kendaraan besar tersebut. Dengan langkah-langkah ini, pihak berwenang berharap bisa menemukan penyebab kecelakaan dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *