24 April 2026
AA1WfPBE.jpg

PNM Meraih Penghargaan Internasional untuk Inovasi Keuangan Berbasis Dampak Sosial

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali mendapatkan apresiasi global atas inovasi dan komitmennya dalam pemberdayaan perempuan prasejahtera. PNM berhasil meraih dua penghargaan bergengsi, yaitu Best Islamic Finance & Best Social Orange Bonds in Asia 2025 dalam ajang 19th Annual Borrower Issuer Awards 2025 Alpha Southeast Asia yang diselenggarakan di The Fullerton Hotel, Singapura, pada Kamis (12/2). Penghargaan ini diberikan berdasarkan keberhasilan PNM dalam menghadirkan instrumen pembiayaan dan pemberdayaan berbasis dampak sosial melalui penerbitan Orange Bonds dan Sukuk Bonds senilai Rp3,77 triliun atau setara US$226 juta.

Penghargaan internasional ini menegaskan komitmen PNM dalam menghubungkan pendanaan berkelanjutan dengan pemberdayaan inklusif di tingkat akar rumput. Dana yang dihimpun dari penerbitan instrumen tersebut digunakan untuk memperluas akses pembiayaan, pendampingan, serta penguatan kapasitas usaha bagi perempuan prasejahtera ultra mikro. Hingga saat ini, PNM telah melayani sebanyak 22,9 juta nasabah di 60.250 desa melalui program PNM Mekaar.

Keberadaan Orange Bonds dan Sukuk Bonds semakin relevan karena tidak hanya mendorong pertumbuhan usaha, tetapi juga memberikan dampak sosial terukur, terutama dalam pemberdayaan perempuan dan pembiayaan syariah berbasis kemaslahatan. PNM mencatatkan sejarah sebagai penerbit Orange Bonds pertama di Indonesia dan kedua di Asia, serta Sukuk Bonds pertama di Indonesia dan dunia. Hal ini menjadikan PNM sebagai inovator dalam pengembangan instrumen keuangan berbasis dampak pemberdayaan yang selaras dengan agenda Environmental, Social, and Governance (ESG).

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyampaikan bahwa penghargaan internasional ini menjadi dorongan moral bagi PNM untuk terus konsisten dalam memberikan pemberdayaan yang berdampak nyata. “Kami bersyukur dan berterima kasih atas apresiasi internasional ini. Penghargaan ini bukan sekadar kebanggaan bagi PNM, tetapi juga milik jutaan perempuan prasejahtera yang terus berjuang menguatkan ekonomi keluarga. Melalui Orange dan Sukuk Bonds, kami ingin setiap akses pemberdayaan yang kami hadirkan benar-benar menjadi jalan penguat bagi perempuan untuk tumbuh, berdaya, dan menghadirkan dampak nyata bagi keluarganya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa capaian ini menjadi semangat baru bagi perusahaan untuk terus memperluas jangkauan layanan dan memperkuat pendampingan usaha. “Ini menjadi energi bagi kami untuk menjangkau lebih banyak perempuan ultra mikro, menghadirkan harapan, serta membuka peluang tumbuh bagi mereka yang sebelumnya belum tersentuh akses keuangan formal,” ujar Dodot.

Ke depan, PNM berkomitmen untuk terus memperkuat pemberdayaan berbasis dampak, memperluas jangkauan layanan, dan memperteguh model pemberdayaan yang terintegrasi. Apresiasi internasional ini menjadi langkah bermakna dalam memperluas pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan prasejahtera, sekaligus mendorong terwujudnya keuangan inklusif dan pemberdayaan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *