Strategi CNAF dalam Mencapai Pertumbuhan Piutang Pembiayaan
PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) memiliki target pertumbuhan piutang pembiayaan sebesar 3% pada tahun 2026. Presiden Direktur CNAF, Ristiawan Suherman, menyatakan bahwa untuk mencapai target tersebut, perusahaan tetap fokus pada produk-produk yang sudah ada, seperti pembiayaan kendaraan baru, bekas, dan refinancing.
“CNAF juga melakukan diversifikasi produk pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta mengedepankan digitalisasi proses yang mengutamakan kecepatan dan simplifikasi dokumen pengajuan,” ujarnya.
Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), proyeksi pertumbuhan piutang pembiayaan perusahaan multifinance pada 2026 adalah antara 6% hingga 8% (year on year/YoY). CNAF berharap target ini dapat tercapai. Ristiawan menilai salah satu faktor utama yang dapat mendorong pertumbuhan piutang adalah daya beli masyarakat. Oleh karena itu, ia menilai penting bagi daya beli untuk pulih terlebih dahulu.
“Perusahaan berharap pemerintah dapat menyusun stimulus positif untuk hal tersebut. Namun, tetap harus waspada bahwa tahun 2026 ini tantangan ekonomi masih membayangi serta diikuti juga dengan tendensi geopolitik yang masih memanas,” tegasnya.
Selain itu, dia menilai tantangan lainnya adalah adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam menggunakan keuangan mereka. Meskipun demikian, CNAF tetap optimis untuk mencapai target pertumbuhan internal dan berharap adanya stimulus positif sebagai bentuk dukungan pemerintah.
Perubahan Kebijakan dan Diversifikasi Produk
Sampai saat ini, pembiayaan kendaraan masih menjadi kontributor terbesar dalam pertumbuhan piutang pembiayaan di industri multifinance. Namun, karena kondisi sektor otomotif yang menantang, kini CNAF melihat masyarakat cenderung menggunakan uangnya untuk berinvestasi.
“Menyikapi hal tersebut, CNAF melakukan diversifikasi produk dengan menghadirkan produk pembiayaan emas dan pembiayaan Haji,” katanya.
Pada tahun 2025, CNAF mencatatkan total piutang pembiayaan sebesar Rp10,3 triliun, tumbuh 3% YoY dari Rp10,05 triliun. Kontributor terbesar piutang pembiayaan di CNAF berasal dari kendaraan bekas sebesar Rp5,28 triliun, yang berkontribusi sebesar 51% terhadap total piutang pembiayaan perusahaan.
“Pencapaian CNAF tersebut sejalan dengan kondisi industri yang menunjukkan pertumbuhan moderat dikarenakan kondisi market yang cukup menantang di tahun lalu,” pungkasnya.
Proyeksi Pertumbuhan Industri Jasa Keuangan
Sebagai informasi, Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa pihaknya optimistis bahwa industri jasa keuangan tetap tumbuh secara berkelanjutan pada 2026, termasuk untuk industri pembiayaan. Dia menyampaikan bahwa OJK memproyeksikan aset industri dana pensiun alias dapen bisa mencapai hingga 12% (YoY).
“Kami memberikan outlook piutang perusahaan pembiayaan tumbuh 6%—8% YoY,” tuturnya dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) OJK, Kamis (5/2/2025).