Pendanaan Kompensasi Kontrakan untuk Warga Terdampak Longsor
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah menyalurkan dana sebesar Rp1,3 miliar sebagai kompensasi kontrakan bagi warga yang terdampak langsung oleh longsoran di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua dan Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Langkah ini dilakukan guna memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi tanpa harus bertumpuk di pengungsian yang berada di daerah rawan longsor.
Dalam pernyataannya, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa pemberian uang kontrakan bertujuan untuk mengurangi kerumunan warga di tempat pengungsian. “Lebih baik mereka mencari kontrakan sendiri daripada tinggal di sini. Setiap kepala keluarga akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 10 juta untuk bekal hidupnya,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa uang kontrakan hanya diberikan kepada setiap kepala keluarga yang rumahnya tertimpa longsor. Dengan tidak adanya warga di lokasi pengungsian, pihak KDM berharap fokus dapat dialihkan ke proses evakuasi dan pencarian korban yang masih tertimbun.
“Kita fokus pada penanganan korban yang belum ditemukan. Dana sebesar Rp 1,340 miliar sudah disiapkan hari ini. Kami prioritaskan warga yang mengungsi di sini terlebih dahulu,” tambahnya.
Santunan untuk Korban Meninggal Dunia
Selain itu, KDM juga memastikan bahwa korban meninggal dunia akan mendapatkan santunan sebesar Rp25 juta yang akan diberikan kepada ahli waris. Santunan ini diperuntukkan bagi warga yang rumahnya tidak terkena longsor, namun anggota keluarganya meninggal dunia akibat bencana tersebut.
“Yang meninggal nanti saya kasih santunan Rp25 juta, nanti akan diberikan ke ahli warisnya. Santunan kematian ini diberikan untuk setiap keluarga korban,” katanya.
Proses penyaluran bantuan ini dilakukan langsung oleh KDM bersama Sekda Jabar Herman Suryatman. Warga yang telah menerima bantuan Rp10 juta diminta untuk tidak lagi berada di pengungsian. “Jika masih berada di pengungsian, risiko stres dan penyakit akan semakin tinggi,” pungkas KDM.
Upaya Pencarian Korban yang Masih Tertimbun
Tim gabungan dari berbagai unsur seperti Basarnas, BNPB, BPBD, TNI-Polri, hingga relawan terus melakukan pencarian terhadap korban yang terdampak longsor di Desa Pasirlangu dan Desa Sukajaya.
Menurut data sementara yang dirilis oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, hingga Minggu (25/1/2026) pukul 17.00 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan 14 korban meninggal dunia di Desa Pasirlangu. Sementara itu, di Desa Sukajaya, jumlah korban meninggal dunia mencapai dua orang.
Masih ada sebanyak 76 jiwa yang belum ditemukan di Desa Pasirlangu. “Angka ini bersifat sementara dan masih akan terus diverifikasi di lapangan,” ujar Abdul dalam rilisnya.
Proses Identifikasi dan Pencarian Korban
Korban yang telah teridentifikasi telah diserahterimakan kepada pihak keluarga. Sementara korban yang belum teridentifikasi masih berada di Posko Disaster Victim Identification (DVI).
Pengerahan alat berat dilakukan untuk mencari korban yang masih tertimbun longsor. Namun, kondisi tanah yang labil menjadi tantangan besar bagi tim SAR gabungan dalam melaksanakan operasi pencarian korban.
Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama instansi gabungan masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan di lokasi terdampak. Proses ini mencakup pencarian korban serta pendataan rumah yang terkena dampak bencana.