26 April 2026
_210331200447-759.png

Keterlambatan Pendistribusian Makan Bergizi Gratis di SMPN 1 Padaherang

Sudah satu semester berlalu, ratusan pelajar Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat masih menantikan pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG). Program yang sebelumnya dijanjikan akan berjalan sejak awal tahun ajaran kini masih dalam proses penerapan.

Kepala SMPN 1 Padaherang, Nurul Badri, M.Pd, menjelaskan bahwa wacana pelaksanaan MBG sudah disampaikan kepada siswa sejak awal tahun ajaran, yaitu pada Juli 2025. Bahkan, pihak sekolah telah menyampaikan bahwa kerja sama atau nota kesepahaman (MoU) sudah dilakukan.

“Wacananya dulu di awal tahun pelajaran, bulan Juli 2025, MBG sudah mulai berjalan. Itu sudah saya sampaikan ke anak-anak, bahkan saya bilang kita sudah MoU,” ujar Nurul kepada Tribun Jabar di SMPN 1 Padaherang, Senin (26/1/2026) pagi.

Menurutnya, keterlambatan pendistribusian MBG disebabkan oleh beberapa kendala teknis. Salah satunya adalah pengaturan penerima manfaat dan keterbatasan jumlah dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Padaherang.

“Awalnya dapur MBG di Padaherang baru ada dua. Sekarang sudah ada tiga dapur atau SPPG MBG. Bahkan akan bertambah lagi, ada dapur baru yang rencananya buka di Desa Sindangwangi dan Desa Maruyungsari,” katanya.

Selama MBG belum terealisasi, memang banyak pertanyaan dari para siswa dan pertanyaan itu terus bermunculan. Hampir setiap waktu, pihak sekolah harus menjelaskan ulang alasan keterlambatan program tersebut.

“Karena dulu saya sudah menyampaikan ke anak-anak, jadi ya mereka terus bertanya. Apalagi sudah satu semester belum ada MBG. Sedangkan dapur yang dulu ditunjuk memang belum siap,” ucap Nurul.

Meski demikian, Nurul mengaku bersyukur karena saat ini sudah ada kepastian soal pendistribusian MBG. Dan SPPG Kedungwuluh akan segera mendistribusikan MBG ke SMPN 1 Padaherang. Sedikitnya, 821 siswa siswi di sekolah itu akan menjadi penerima manfaat.

“Setelah menerima MBG, mudah-mudahan anak-anak jadi lebih semangat belajar,” ujarnya.

Harapan Siswa untuk Mendapatkan MBG

Siswa kelas 8 SMPN 1 Padaherang, Daris Faturohman, mengaku sudah cukup lama menunggu momen bisa menikmati makanan MBG seperti yang diterima siswa di sekolah lain.

“Kita sudah nunggu lama. Kita ingin merasakan MBG seperti di sekolah lain. Mudah-mudahan secepatnya, Pak,” ucapnya dengan penuh harapan.

Dengan adanya kepastian pendistribusian MBG, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa. Tidak hanya dalam hal kesehatan, tetapi juga dalam meningkatkan semangat belajar dan kinerja akademik siswa.



Program MBG diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas gizi siswa, terutama di daerah yang kurang memiliki akses terhadap makanan bergizi. Dengan dukungan dari pemerintah dan kerja sama antara sekolah dan lembaga terkait, diharapkan semua siswa dapat merasakan manfaat dari program ini.



Pihak sekolah juga berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar tidak ada lagi hambatan dalam pelaksanaan MBG. Selain itu, pihak sekolah juga akan melakukan sosialisasi lebih lanjut kepada siswa dan orang tua tentang pentingnya program ini.



Dengan penyelesaian masalah ini, diharapkan siswa dapat fokus pada pembelajaran tanpa khawatir akan kebutuhan makanan. Selain itu, program MBG juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperbaiki kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat di daerah pedesaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *