19 April 2026
AA1UrtjP.jpg



Indonesia Masters, salah satu turnamen bulu tangkis bergengsi di Asia Tenggara, telah menjadi ajang yang sangat menantang bagi para atlet tunggal putri tuan rumah. Sejak pertama kali digelar pada tahun 2010 di GOR Bulu Tangkis Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia hanya berhasil meraih gelar juara tunggal putri sekali dalam sejarahnya. Gelar tersebut diraih oleh Adriyanti Firdasari pada tahun 2014 ketika turnamen itu masih bernama Indonesian Masters Grand Prix Gold, yang dihelat di Palembang, Sumatera Selatan.



Hingga edisi ke-15 tahun 2025, gelar juara tunggal putri Indonesia Masters terus didominasi oleh atlet dari China dengan enam gelar. Thailand mengikuti di posisi kedua dengan empat gelar, sementara Korea Selatan mencatat dua gelar. India dan Taiwan masing-masing memiliki satu gelar. Yang menarik adalah empat gelar yang diraih Thailand, tiga di antaranya dipersembahkan oleh Ratchanok Intanon, pebulu tangkis berusia 30 tahun yang kini dijuluki sebagai “Ratu Indonesia Masters”.

Intanon tidak hanya menjadi juara pertama Indonesia Masters pada tahun 2010, tetapi juga menjadi juara bertahan setelah sukses memenangkan gelar tunggal putra bersama Kunlavut Vitidsarn pada tahun 2025. Kini, dia kembali tampil di Indonesia Masters 2026 untuk mempertahankan gelar sekaligus memperkuat statusnya sebagai atlet paling sukses di turnamen ini. Dalam undian, Intanon menjadi unggulan ketiga, persis di bawah Putri Kusuma Wardani (Putri KW).

Chen Yu Fei dari China menjadi unggulan pertama karena An Se-young, peringkat satu dunia asal Korea Selatan, absen. Alasan An Se-young tidak bermain di Indonesia Masters 2026 adalah karena butuh istirahat setelah menjalani dua turnamen beruntun, Malaysia Open dan India Open. Di India Open 2026, Putri KW menjadi korban kekalahan di perempat final dengan skor 16-21 8-21.

Selain alasan istirahat, Indonesia Masters 2026 tidak memberikan poin yang cukup tinggi dibandingkan daftar peringkat An Se-young. Meski begitu, absennya An Se-young sedikit mengurangi tekanan bagi Putri KW dalam perburuan gelar juara. Namun, lawan-lawannya seperti Chen Yu Fei dan Ratchanok Intanon tetap menjadi ancaman serius di setiap fase pertandingan.

Selain itu, ada beberapa unggulan lain seperti Tomoka Miyazaki (Jepang), Pusarla Venkata Sindhu (India), Michelle Li (Kanada), dan Busanan Ongbamrungphan (Thailand). Berdasarkan jalur undian, jika Putri KW dan Michelle Li melewati putaran pertama dan kedua, mereka akan bentrok di perempat final.

Putri Kusuma Wardani menjadi satu-satunya wakil tuan rumah di nomor tunggal putri Indonesia Masters 2026. Ini berarti dia harus memikul beban sendirian untuk meraih gelar juara tunggal putri, sebuah tantangan yang sangat berat bagi pemain kelahiran Kota Tangerang 23 tahun lalu.

Putri berupaya memetik pelajaran dari kegagalannya di India Open 2026. Dia mengakui bahwa penampilannya bukan yang terbaik karena banyak melakukan kesalahan sendiri. Ia juga mengakui ingin bermain tanpa tekanan di turnamen level Super 750 tersebut. Namun, An Se-young tampil sangat cerdas, tidak terlalu menekan, tapi sangat efektif, serta mempercepat tempo yang menyulitkan Putri KW di gim kedua.

“Semoga minggu depan di Indonesia Masters saya bisa mendapat hasil yang lebih baik. Saya akan bertekad mengeluarkan semua kemampuan di depan publik Istora,” ujar Putri Kusuma Wardani, sebagaimana dikutip dari situs resmi federasi bulu tangkis Indonesia.

KIPRAH PUTRI KW DI INDONESIA MASTERS

2022: Langsung kalah di putaran pertama dari He Bing Jiao dengan skor 16-21 14-21.

2023: Disingkirkan An Se-young di putaran kedua dengan skor 18-21 21-7 21-10.

2024: Terhenti di putaran kedua, kalah 20-21 16-21 dari Natsuki Nidaira.

2025: Terhenti di perempat final, dikalahkan Hsu Wen-ci dari Taiwan 18-21 21-17 21-14.

Putri KW akan memulai perjalanannya di Indonesia Masters 2026 dengan meladeni Sung Shuo-yun dari Taiwan di putaran pertama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *