22 April 2026
AA1UpDbL.jpg

Peran Penting Pohon Mangrove dalam Melindungi Ekosistem dan Masyarakat

Surabaya — Mantan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menegaskan bahwa pohon mangrove memiliki peran penting sebagai pagar laut alami yang harus ditanam di seluruh kawasan pesisir Indonesia. Menurutnya, penanaman mangrove tidak hanya bermanfaat untuk melindungi wilayah dari ancaman bencana alam, tetapi juga menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

Indonesia, sebagai negara kepulauan yang dikelilingi oleh lautan, memiliki potensi besar dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan memperluas area penanaman mangrove. Risma menjelaskan bahwa jika semua wilayah pesisir ditanami mangrove, maka masyarakat akan lebih terlindungi dari bencana alam seperti tsunami dan badai.

“Indonesia kan negara kepulauan, kalau semua wilayah [pesisir ditanami mangrove], maka bukan hanya kita yang terjaga dari bencana alam,” ujar Risma saat berkunjung ke Kebun Raya Mangrove Surabaya, Sabtu (17/1/2026).

Selain melindungi manusia, keberadaan mangrove juga berdampak positif terhadap biota laut. Risma menyatakan bahwa mangrove berfungsi sebagai “natural sea wall” yang dapat menjaga kualitas sumber protein laut seperti ikan dan makanan laut lainnya.

Contoh Nyata Dampak Mangrove dalam Menghadapi Bencana

Risma mengambil contoh dari sebuah pulau di Thailand yang pernah dikunjunginya. Pulau tersebut sempat menjadi lokasi syuting film aksi James Bond, “The Man with the Golden Gun.” Namun, saat tsunami melanda pada 2004 lalu, bangunan-bangunan di tempat tersebut hancur lebur.

“Saya pernah dapat penghargaan di Phuket, Thailand. Waktu itu saya menerima penghargaan, saya sempatkan, saya berputar. Saat itu guide (pemandu) menceritakan, ada pulau namanya James Bond karena dipakai syuting. Semua hancur, termasuk hotel yang ditempati [pemeran dan tim] James Bond saat itu,” jelas Risma.

Namun, ia juga menemukan wilayah di Thailand yang tidak terdampak tsunami. Wilayah tersebut dilindungi oleh pohon cemara udang. Bahkan, bangunan semi permanen di sekitarnya tetap utuh tanpa tersentuh oleh gelombang tsunami.

Penanaman Mangrove sebagai Solusi Jangka Panjang

Berdasarkan pengalaman tersebut, Risma menekankan pentingnya penanaman mangrove secara masif di Indonesia. Ia menilai bahwa pohon ini bisa menjadi benteng alami yang mampu menahan bencana alam dan menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

Selain itu, Risma menyoroti pentingnya memperkuat status hukum kawasan mangrove. Salah satu contohnya adalah Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya. Kawasan seluas 34 hektare ini mencakup wilayah Gunung Anyar, Medokan Sawah, dan Wonorejo.

“Jika statusnya kebun raya, kekuatan hukumnya jauh lebih kuat dan tidak bisa dialihfungsikan sembarangan,” tegas Risma.

Dengan status hukum yang kuat, kawasan mangrove akan lebih mudah dilindungi dari ancaman penggunaan lahan yang tidak sesuai. Hal ini sangat penting untuk menjaga fungsi mangrove sebagai penghalang alami dan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Langkah Konkret untuk Melestarikan Mangrove

Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama dalam menjaga keberlanjutan mangrove. Penanaman secara massal, edukasi tentang manfaat mangrove, serta penguatan regulasi menjadi langkah-langkah penting yang harus dilakukan.

Selain itu, perlu adanya kebijakan yang mendukung perlindungan kawasan mangrove dari aktivitas yang merusak lingkungan. Misalnya, larangan pembangunan di daerah rawan banjir atau pesisir yang belum ditanami mangrove.

Dengan kesadaran bersama, Indonesia dapat memaksimalkan peran mangrove dalam melindungi masyarakat dan ekosistem laut. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih aman dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *