26 April 2026
AA1TTvVB.jpg

MLBB Goes to School: Membangun Fondasi Esport di Kalangan Pelajar

Surabaya – Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) kembali menggelar acara talkshow yang bertajuk Coaching Clinic: Understanding Better Gameplay and Strategy. Acara ini berlangsung di Atrium Tunjungan Plaza 3, Surabaya, pada Jumat (9/1), dan dihadiri oleh para pelajar SD dan SMP. Talkshow ini merupakan bagian dari rangkaian program MLBB Goes to School, sebuah turnamen esport yang ditujukan untuk siswa tingkat dasar hingga menengah pertama.

Pentingnya Pertemanan dalam Bermain MLBB

Salah satu pembicara utama dalam acara ini adalah Ade Setiawan, mantan analis EVOS Legends. Ia membuka sesi dengan menekankan bahwa pertemanan menjadi fondasi utama dalam mempelajari permainan MLBB, terutama bagi siswa sekolah.

“Biasanya pondasi belajar MLBB itu berawal dari teman yang juga suka main. Di usia segini mereka main game di waktu luang, sisanya tetap sekolah dan mengerjakan tugas,” ujar Ade.

Menurut Ade, interaksi di luar permainan justru menjadi kunci penting dalam membangun kerja sama tim saat bertanding.

“Ketika di luar game mereka bisa ngobrol, diskusi mau pakai hero apa, itu bisa disesuaikan. Pondasi ini penting banget,” tambahnya.

Ade menilai, banyak siswa SD dan SMP saat ini sudah memiliki kemampuan dasar bermain MLBB. Potensi tersebut dapat terus diasah saat mereka memasuki jenjang SMA hingga perguruan tinggi.

“Mereka ini sebenarnya sudah di momen yang tepat untuk belajar sedikit demi sedikit. Nantinya, ketika masuk SMA atau kuliah, bisa melanjutkan ke arah pemain profesional,” ujarnya.

Peran Tiga Role yang Membutuhkan Komunikasi Tinggi

Dalam pemaparannya, Ade juga menyoroti tiga role yang membutuhkan komunikasi dan kekompakan tinggi, yakni Mid Lane, Roamer, dan Jungler.

“Tiga role ini biasanya satu paket. Sudah pasti mereka ‘bro’ banget di luar game. Mid Lane itu jantung tim, harus bisa koordinasi, buka map, tahu kapan kumpul. Makanya belajar hero support seperti Estes atau Lolita itu penting karena mengajarkan teamwork,” jelasnya.

Ade pun mengapresiasi program MLBB Goes to School yang dinilai memiliki peran besar dalam regenerasi atlet esport.

“Regenerasinya besar sekali. Dari turnamen SD dan SMP ini bisa muncul pemain-pemain masa depan, tanpa mengganggu sekolah dan pendidikan mereka,” ujarnya.

Fokus pada Kerja Sama Tim dan Kontrol Ego

Sementara itu, Nafari, mantan pelatih Alter Ego, menekankan pentingnya komunikasi dan kerja tim bagi pemain MLBB usia pelajar.

“Tujuan utama kalian itu bermain tim, bukan cuma soal mekanik. Jago main Ling atau Fanny itu bukan segalanya,” kata Nafari.

Pelatih yang pernah menangani tim Malaysia, Todak, tersebut menegaskan bahwa calon pemain profesional harus mampu mengendalikan ego dalam tim.

“Kalian harus belajar kontrol ego, mau mendengarkan rekan setim dan coach. Game ini soal tim, bukan individu,” tuturnya.

Nafari juga menilai MLBB memiliki masa depan yang jelas bagi para pemainnya, selama tetap dibarengi pendidikan dan bimbingan yang tepat.

“Program seperti ini bagus karena ada guru dan pembimbing. Anak-anak tidak hanya main, tetapi tetap diingatkan soal sekolah dan tugas,” ucapnya.

“Sekarang banyak orang sukses dari game. Jalannya banyak, orang tua tidak perlu khawatir. Menurut saya, program ini sangat positif,” pungkas Nafari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *