25 April 2026
pj-gub-sulsel-1412025.jpg

Gerakan Pangan Murah di Halmahera Selatan

Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, memimpin langsung kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Tomori dan Desa Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Minggu 28 Desember 2025. Kegiatan ini digelar sebagai upaya untuk menjaga daya beli masyarakat serta menekan laju inflasi menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Sarbin Sehe menyampaikan bahwa GPM merupakan langkah konkret yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Ia menjelaskan bahwa sejak November hingga Desember 2025, Pemprov Malut telah melaksanakan pangan murah di 72 titik yang tersebar di seluruh wilayah Maluku Utara.

“Fokus kami adalah memastikan kesejahteraan keluarga di dapur, terutama pada momen besar seperti Natal, Tahun Baru, dan Idul Fitri. Kami ingin memastikan masyarakat yang paling membutuhkan dan telah terdata dapat merasakan manfaat program ini,” ujarnya.

Di Desa Tomori, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Malut menyalurkan sebanyak 2.000 paket sembako. Setiap paket berisi beras 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram, dan minyak goreng 2 liter dengan harga Rp50 ribu per paket. Total komoditas yang disediakan meliputi 10 ton beras, 4 ton gula pasir, dan 4.000 liter minyak goreng.

Sementara itu, di Desa Labuha, Kepala Dinas Pangan Malut, Deny Tjan, mengatakan pihaknya menyediakan 1.000 paket sembako murah dengan total stok mencapai 9 ton, terdiri dari 5 ton beras, 2 ton gula pasir, dan 2.000 liter minyak goreng.

Kegiatan GPM di dua desa tersebut terlaksana melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan. Bupati Halmahera Selatan, Bassam Kasuba, menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten menanggung biaya paket sembako senilai Rp50 ribu per paket, sehingga masyarakat dapat menerimanya secara gratis.

Menutup kegiatan, Wagub Malut mengajak masyarakat Halmahera Selatan untuk menjaga persaudaraan dan perdamaian. Ia menekankan pentingnya persaudaraan seagama, kebangsaan, dan kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Nilai tertinggi adalah kemanusiaan, saling memanusiakan tanpa memandang perbedaan. Semoga semangat Natal ini mempererat silaturahmi kita semua,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda, Wakil Bupati Halmahera Selatan, Sekretaris Daerah, tokoh agama, perangkat desa, serta masyarakat setempat.

Manfaat dan Tujuan GPM

Gerakan Pangan Murah (GPM) memiliki beberapa tujuan utama yang ingin dicapai oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Salah satunya adalah untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya di tengah situasi ekonomi yang sedang meningkat menjelang momen-momen besar seperti Natal dan Tahun Baru.

  • Program ini juga bertujuan untuk menekan laju inflasi dengan menyediakan barang kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
  • Masyarakat yang terdata sebagai kelompok rentan akan mendapatkan manfaat langsung dari program ini.
  • GPM juga menjadi wadah untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, serta membangun rasa kebersamaan dalam masyarakat.

Penyediaan Sembako

Pada kegiatan GPM di Desa Tomori dan Labuha, penyediaan sembako dilakukan secara merata dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Berikut adalah detail distribusi sembako:

  • Di Desa Tomori:
  • Jumlah paket: 2.000 paket
  • Isi setiap paket: 5 kg beras, 2 kg gula pasir, dan 2 liter minyak goreng
  • Total komoditas: 10 ton beras, 4 ton gula pasir, dan 4.000 liter minyak goreng

  • Di Desa Labuha:

  • Jumlah paket: 1.000 paket
  • Isi setiap paket: 5 kg beras, 2 kg gula pasir, dan 2 liter minyak goreng
  • Total komoditas: 5 ton beras, 2 ton gula pasir, dan 2.000 liter minyak goreng

Kolaborasi Pemerintah

Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan sangat penting dalam pelaksanaan GPM. Bupati Halmahera Selatan, Bassam Kasuba, menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten menanggung biaya paket sembako senilai Rp50 ribu per paket, sehingga masyarakat dapat menerimanya secara gratis.

Pesan dan Harapan

Menutup kegiatan, Wagub Malut mengajak masyarakat Halmahera Selatan untuk menjaga persaudaraan dan perdamaian. Ia menekankan pentingnya persaudaraan seagama, kebangsaan, dan kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Nilai tertinggi adalah kemanusiaan, saling memanusiakan tanpa memandang perbedaan. Semoga semangat Natal ini mempererat silaturahmi kita semua,” ujarnya.

Partisipasi dan Keberhasilan

Kegiatan GPM di Desa Tomori dan Labuha berhasil menarik partisipasi dari berbagai pihak, termasuk jajaran Forkopimda, Wakil Bupati Halmahera Selatan, Sekretaris Daerah, tokoh agama, perangkat desa, serta masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *