22 April 2026
3837887456.jpg

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kabupaten Belu

Sosialisasi 4 pilar kebangsaan kembali dilakukan oleh anggota DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kali ini, sosialisasi digelar di Black Coffee pada Sabtu, 27 Desember 2025. Acara ini disampaikan melalui Tenaga Ahli (TA) Benedictus Manek dan dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat serta peserta dari berbagai kalangan.

Narasumber yang Berpengalaman

Dalam sosialisasi ini, dua doktor kelahiran Belu menjadi narasumber utama. Pertama adalah Dr. Severinus Mau, SE.,M.A yang saat ini menjabat sebagai Kabid Litbang Bappeda Belu. Kedua adalah Dr. Marialaeta Lidvina Phou Iki Bere Mau, S.S.,M.M yang menjabat staf analisis program pembangunan Bappeda Belu. Kehadiran kedua tokoh ini memberikan wawasan mendalam mengenai pentingnya 4 pilar kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hadirnya Tokoh Lokal

Selain narasumber, acara ini juga dihadiri oleh Camat Atambua Barat, Jemi Boy Kotta, serta Sekretaris DPD NasDem Belu, Vinsensius Loe. Ratusan peserta hadir dalam diskusi ini, menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap sosialisasi yang dilakukan.

Tujuan Sosialisasi

Benny Manek, Tenaga Ahli VBL, menjelaskan bahwa sosialisasi ini dilakukan untuk kesekian kalinya karena pentingnya memperkuat pemahaman masyarakat tentang 4 pilar kebangsaan. Keempat pilar tersebut adalah Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta tanah air dan semangat kebangsaan.

Menurut Benny Manek, sosialisasi ini sangat penting karena masyarakat Kabupaten Belu berbatasan langsung dengan Negara tetangga, yaitu Timor Leste. Oleh karena itu, pemahaman akan nilai-nilai kebangsaan harus dikuatkan agar masyarakat tidak terpengaruh oleh arus global yang bisa mengikis nilai-nilai luhur bangsa.

Tanggapan dari Tokoh Setempak

Camat Atambua Barat, Jemi Boy Kotta, menyambut baik kegiatan sosialisasi ini. Menurutnya, sosialisasi ini sangat penting karena kondisi masyarakat Kabupaten Belu yang sedang menghadapi degradasi nilai-nilai luhur bangsa akibat pengaruh teknologi dan perubahan zaman.

Boy Kotta menegaskan bahwa sekarang banyak masyarakat yang tidak lagi memperhatikan simbol-simbol negara seperti bendera merah putih. Bahkan, ia menyebutkan bahwa banyak orang yang tidak hafal Pancasila.

Peran 4 Pilar Kebangsaan

Sekretaris DPD NasDem Belu, Vinsensius Loe, menegaskan bahwa 4 pilar kebangsaan merupakan fondasi dasar yang harus dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi masyarakat perbatasan, 4 pilar ini menjadi penopang dalam menjaga identitas bangsa dan memperkuat persatuan.

Dr. Severinus Mau dalam materinya menjelaskan bahwa 4 pilar kebangsaan adalah konsensus dasar yang tidak bisa diganggu gugat. Keempat pilar ini menjadi tiang penyangga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat akan merasa aman dan nyaman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Penerapan dalam Kondisi Kekinian

Dr. Lidvina menguraikan bagaimana penerapan 4 pilar kebangsaan dapat membantu mengatasi berbagai masalah yang terjadi di Kabupaten Belu. Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap 4 pilar ini tidak hanya sekadar teori, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *