24 April 2026
bobibos.jpg

Inovasi Energi Terbarukan dari Indonesia

Indonesia kembali menunjukkan inovasi di sektor energi terbarukan melalui peluncuran Bobibos, bahan bakar alternatif berbasis limbah pertanian yang dikembangkan oleh PT Inti Sinergi Formula. Produk ini diperkenalkan pada Minggu 2 November 2025 di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan impor bahan bakar.

Bobibos—singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos—merupakan hasil riset lebih dari 10 tahun oleh M. Ikhlas Thamrin. Bahan bakar nabati (BBN) ini dihasilkan dari jerami yang diolah dengan proses bioenergi dan serum khusus, sehingga menghasilkan performa setara RON 98 dan diklaim mampu menekan emisi gas buang mendekati nol.

Pengembangan Bobibos dilakukan untuk memanfaatkan jerami panen yang selama ini sering dibakar petani. Dengan ketersediaan bahan baku yang melimpah, inovasi ini disebut mampu menekan biaya produksi sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru bagi petani.

Bobibos diproduksi dalam dua varian bensin dan solar yang dapat digunakan untuk sepeda motor, mobil, traktor, kapal nelayan, hingga mesin industri rakyat. Hasil uji lapangan menunjukkan performa mesin lebih stabil, tarikan lebih ringan, jarak tempuh lebih efisien, dan asap buangan lebih bersih.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ikut menguji langsung bahan bakar ini menggunakan mesin traktor diesel di Lembur Pakuan dan menyatakan performanya optimal.

Keunggulan Bobibos

Beberapa keunggulan Bobibos antara lain:

  • Nilai oktan 98,1
  • Biaya penggunaan lebih hemat dibandingkan solar biasa
  • Emisi rendah
  • Harga yang ditargetkan lebih murah dari bahan bakar RON 98
  • Produksi terdesentralisasi yang dapat dikembangkan di berbagai daerah

Dukungan terhadap Bobibos juga datang dari pelaku usaha transportasi. Pemilik PT Primajasa, H. Amir Mahpud, menyatakan siap berkolaborasi menggunakan Bobibos sebagai bahan bakar armada bus di Jabodetabek dan Jawa Barat.

Manfaat Tambahan dari Proses Produksi Bobibos

Selain menghasilkan energi, proses produksi Bobibos menghasilkan produk turunan seperti pupuk organik dan pakan ternak. Setiap hektare sawah disebut mampu menghasilkan hingga 3.000 liter bahan bakar, sehingga dinilai berpotensi menciptakan siklus ekonomi baru bagi petani dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Peluncuran Bobibos disebut sebagai langkah awal transformasi menuju energi hijau yang kompetitif dan dapat dikembangkan secara luas di Indonesia.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *