Pemerintah Akan Melelang 75 Wilayah Kerja Migas dalam Dua Tahun ke Depan
Pemerintah melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) akan melakukan lelang sebanyak 75 wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi dalam waktu dua tahun ke depan, yaitu pada periode 2026 hingga 2027. Hal ini diungkapkan oleh Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, yang menjelaskan bahwa saat ini sedang memproses lelang blok-blok migas untuk tahun 2025. Setelah itu, tahap berikutnya akan dilanjutkan dengan penawaran wilayah kerja baru pada 2026 hingga 2027.
“Saat ini kita punya 75 blok Migas yang akan kita lelang. 2024 sudah selesai, 2025 sedang proses, dan selanjutnya akan kita lelang dalam waktu sampai dengan 2027,” ujar Djoko dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR, Rabu, 12 November 2025.
Djoko menyampaikan harapan agar seluruh investasi dalam kegiatan eksplorasi migas tersebut berasal dari sektor swasta atau non-APBN. Tujuan dari hal ini adalah untuk mendorong efisiensi dan memperluas partisipasi sektor usaha.
“Jika bisa, seluruh revenue dari hulu Migas kita kembalikan untuk eksplorasi di 75 blok Migas baru ataupun 65 basin. Kemungkinan kita akan menemukan potensi yang cukup besar,” tambah Djoko.
Potensi Besar dari 65 Basin Minyak dan Gas Bumi
SKK Migas mencatat terdapat 65 cekungan (basin) minyak dan gas di Indonesia yang hingga kini belum tersentuh kegiatan eksplorasi. Cekungan-cekungan tersebut dinilai menyimpan potensi cadangan besar yang dapat menghasilkan temuan lapangan migas baru.
Djoko optimistis bahwa penemuan cadangan migas berskala besar atau giant discovery di wilayah-wilayah tersebut akan menjadi kunci untuk mewujudkan swasembada energi nasional. “Dengan potensi-potensi ini, kita bisa menemukan giant discovery. Dari situ, kita bisa kembali mencapai swasembada energi, bahkan produksi bisa kembali ke level 1,6 juta barel per hari,” ujarnya.
Namun demikian, Djoko juga mengingatkan bahwa pencapaian target tersebut membutuhkan anggaran eksplorasi yang besar. Tanpa temuan cadangan baru, produksi minyak nasional dikhawatirkan akan terus menurun.
“Jika kita tidak menemukan cadangan-cadangan baru yang besar, cepat atau lambat produksi dari 1,6 juta bisa turun jadi 600 ribu. Jadi eksplorasi ini sangat penting, karena mempertahankan saja sudah bagus,” ucapnya.
Strategi Eksplorasi yang Berkelanjutan
Untuk mencapai tujuan tersebut, SKK Migas berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan eksplorasi di berbagai wilayah kerja yang telah ditetapkan. Selain itu, pihaknya juga akan memastikan adanya koordinasi yang baik antara pemerintah dan pelaku bisnis swasta dalam mengelola sumber daya energi nasional.
Strategi ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa pengelolaan sumber daya migas tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan keamanan energi nasional.
Langkah Menuju Swasembada Energi
Dalam konteks yang lebih luas, kebijakan lelang wilayah kerja migas merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai negara produsen energi. Dengan adanya investasi yang masuk dari sektor swasta, diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi dan mengurangi ketergantungan pada impor energi.
Selain itu, langkah ini juga menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memenuhi target swasembada energi nasional, yang menjadi salah satu prioritas utama dalam rencana pembangunan jangka panjang.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meskipun ada tantangan dalam proses eksplorasi, seperti biaya tinggi dan risiko teknis, Djoko tetap percaya bahwa potensi besar yang tersedia di 75 wilayah kerja dan 65 basin akan memberikan hasil yang signifikan. Dengan dukungan dari pihak swasta dan komitmen pemerintah, diharapkan kegiatan eksplorasi migas dapat terus berkembang dan mendukung stabilitas energi nasional.