
Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung terus memperdalam penyelidikan terkait dugaan kasus yang terjadi di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Setelah sebelumnya melakukan pemeriksaan terhadap Wakil Wali Kota Bandung, penyidik Kejari kembali memanggil dua saksi tambahan dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Jumat, 31 Oktober 2025.
Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Kejari Bandung, Tumpal H Sitompul, mengonfirmasi adanya pemeriksaan lanjutan tersebut saat dikonfirmasi oleh wartawan. Ia menyatakan bahwa ada sejumlah saksi yang sedang diperiksa, termasuk dua orang dari kalangan PNS.
Proses pemeriksaan terhadap kedua saksi berlangsung secara maraton. Pemeriksaan dimulai sejak pagi hari dan dilanjutkan setelah istirahat siang. Tumpal menjelaskan bahwa proses ini masih berlangsung hingga saat ini.
Meskipun belum ada indikasi pemanggilan terhadap Wali Kota Bandung, Tumpal menegaskan bahwa penyidik akan memanggil siapa pun yang dianggap relevan dalam penyelidikan. Ia menyatakan bahwa kemungkinan pemanggilan pejabat tertinggi di lingkungan Pemkot Bandung tidak tertutup.
“Siapa pun itu, yang ada relevansinya dan urgensinya dalam rangka kepentingan untuk mengungkap peristiwa pidana ini, itu di-highlight,” ujarnya.
Menurut Tumpal, prinsip utama dalam penyelidikan adalah memperoleh alat bukti yang kuat. Selama keterangan saksi masih diperlukan, proses pemanggilan akan terus berjalan. Ia juga menyatakan bahwa tidak tertutup kemungkinan ada saksi-saksi lain yang akan dipanggil.
Penyelidikan kasus ini telah berlangsung selama tiga bulan. Namun, saat ditanya tentang sumber awal laporan atau kemungkinan adanya whistleblower, Tumpal memilih untuk tidak memberikan informasi lebih lanjut.
“Ya, itu bagian dari materi penyelidikan lah. Kita gak bisa sebutkan itu ya,” tutupnya.
Proses Penyelidikan yang Berjalan Intensif
Berikut beberapa poin penting terkait proses penyelidikan yang sedang berlangsung:
Pemeriksaan terhadap saksi dilakukan secara intensif dan berlangsung sepanjang hari.
Dua saksi tambahan yang diperiksa berasal dari kalangan PNS di lingkungan Pemkot Bandung.
Proses pemeriksaan dimulai sejak pagi dan dilanjutkan setelah istirahat siang.
Pihak Kejari membuka kemungkinan pemanggilan pejabat tinggi jika diperlukan.
* Alat bukti yang kuat menjadi prioritas utama dalam penyelidikan.
Langkah-Langkah yang Dilakukan Kejari Bandung
Beberapa langkah yang dilakukan oleh Kejari Bandung dalam penyelidikan ini antara lain:
Memanggil saksi tambahan dari kalangan PNS.
Melakukan pemeriksaan secara maraton untuk memastikan keterlibatan semua pihak.
Menjaga kerahasiaan sumber laporan dan identitas pelapor.
Mempertimbangkan kemungkinan pemanggilan Wali Kota Bandung jika diperlukan.
Tantangan dalam Penyelidikan
Penyelidikan yang berlangsung selama tiga bulan ini tentu saja memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah memastikan keterlibatan semua pihak yang relevan tanpa mengganggu proses hukum. Selain itu, menjaga kerahasiaan informasi penting seperti sumber laporan juga menjadi hal yang harus diperhatikan.
Komentar dari Pihak Kejari
Tumpal H Sitompul menegaskan bahwa proses penyelidikan akan terus berjalan sepanjang diperlukan. Ia menekankan bahwa setiap saksi yang dianggap relevan akan dipanggil untuk memberikan keterangan.
“Sepanjang kemudian masih kita perlukan keterangan-keterangan saksi untuk memenuhi alat bukti tadi, ya kita pastikan itu terus berjalan,” katanya.
Dengan pendekatan yang terstruktur dan profesional, Kejari Bandung berkomitmen untuk mengungkap tuntas perkara yang sedang diselidiki.