27 April 2026
gold-number-18-eighteen-shiny-3d-number-18-made-of-gold-3d-illustration-png.png

Pengamanan Super Ketat untuk Kedatangan Presiden Donald Trump di Tokyo

Sebanyak 18.000 personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan kedatangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Tokyo pada Senin (27/10/2025) sore. Otoritas keamanan diperkuat secara besar-besaran dan dianggap sebagai tingkat siaga tertinggi bagi kunjungan pejabat luar negeri.

Meski pengamanan sangat ketat, sempat terjadi insiden di mana seorang pria bersenjata pisau ditangkap di dekat Kedutaan Besar AS sesaat sebelum kedatangan Trump. Operasi pengamanan besar dimulai sejak 26 Oktober 2025. Di sekitar Kedutaan Besar AS di Minato-ku, Tokyo, polisi telah melakukan pemeriksaan kendaraan dan memperbanyak patroli berseragam.

Pada 24 Oktober, terjadi insiden di mana seorang pria yang sedang diinterogasi tiba-tiba mengeluarkan pisau dapur dan mengarahkannya ke petugas polisi. Peristiwa itu sempat menimbulkan kepanikan di kawasan tersebut, meski tidak terkait langsung dengan kunjungan Trump.

Sebagai langkah antisipasi, polisi akan lebih aktif menanyakan identitas dan tujuan kepada orang yang melintas di area publik, terutama di sekitar lokasi yang dilalui iring-iringan presiden.

Pembatasan Lalu Lintas dan Antisipasi Teror Lone Offender

Selama kunjungan Trump, pembatasan lalu lintas diberlakukan pada 27–29 Oktober 2025 di Metropolitan Expressway dan beberapa jalan umum di Tokyo. Kemacetan lalu lintas diperkirakan tak terhindarkan. Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo mengimbau masyarakat untuk menggunakan transportasi umum selama periode tersebut.

Pihak kepolisian juga menaruh perhatian khusus terhadap potensi aksi teror tunggal atau Lone Offender (LO). Istilah ini mengacu pada pelaku tunggal yang melakukan serangan secara mandiri, seperti dalam penembakan mantan PM Shinzo Abe (2022) dan serangan terhadap PM Fumio Kishida (2023).

Sebagai langkah antisipasi, kepolisian memantau aktivitas di media sosial untuk mendeteksi tanda-tanda terorisme, menyiapkan bus anti huru-hara sebagai penghalang keamanan, serta menempatkan unit tanggap darurat dalam siaga penuh. Selain itu, unit khusus anti-drone juga disiagakan untuk mengantisipasi potensi serangan udara menggunakan pesawat nirawak.

Pengamanan Gabungan AS–Jepang

Pihak Amerika Serikat juga menerapkan sistem keamanan berlapis. Sesuai tradisi, pasukan Secret Service akan mengawal langsung Trump, didukung kendaraan lapis baja khusus yang dikenal dengan julukan The Beast, serta helikopter pengawalan.

Sementara di pihak Jepang, pasukan SP (Security Police) dari Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo akan bertugas di lapangan untuk mengamankan pergerakan presiden AS tersebut.

Dalam kunjungan Trump sebelumnya ke Jepang pada 2017, total lebih dari 21.000 polisi dikerahkan, termasuk bantuan dari kepolisian prefektur sekitar Tokyo seperti Saitama Prefectural Police.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *