19 April 2026
AA1FkUxV.jpg

Dewa News – Memasuki awal Juli 2025, masyarakat pengguna kendaraan bermotor kembali dihadapkan pada penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Beberapa jenis BBM, baik yang dijual oleh SPBU Shell maupun milik PT Pertamina (Persero), mengalami kenaikan harga dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp400 hingga hampir Rp600 per liter.

Dari pantauan di situs resmi Shell Indonesia per 1 Juli 2025, sejumlah produk BBM mereka mengalami penyesuaian harga.

Kenaikan ini terjadi merata pada semua varian BBM non-subsidi yang dijual Shell di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Shell Super, yang merupakan varian RON 92 milik Shell, kini dibanderol dengan harga Rp12.810 per liter.

Sebelumnya, pada 1 Juni 2025, harga produk ini masih berada di angka Rp12.370 per liter. Artinya, ada peningkatan sebesar Rp440 per liter dalam sebulan terakhir.

Tak hanya itu, Shell V-Power yang dikenal sebagai varian unggulan dengan angka oktan lebih tinggi juga mengalami lonjakan harga. BBM ini kini dijual dengan harga Rp13.300 per liter, naik Rp460 dari harga sebelumnya sebesar Rp12.840 per liter.

Untuk jenis bahan bakar diesel, Shell V-Power Diesel mengalami penyesuaian paling tinggi. Harga jualnya meningkat dari Rp13.250 menjadi Rp13.830 per liter, atau naik sebesar Rp580 per liter.

Sementara itu, Shell V-Power Nitro+, yang juga merupakan varian dengan formula aditif canggih, mengalami kenaikan sebesar Rp470 per liter. Kini, produk tersebut dibanderol Rp13.540 per liter dari sebelumnya Rp13.070 per liter pada Juni lalu.

Harga BBM Pertamina Juga Ikut Naik

Tidak hanya SPBU asing, PT Pertamina (Persero) juga turut melakukan revisi harga terhadap produk BBM non-subsidi milik mereka yang termasuk dalam kategori Pertamax Series, khususnya untuk wilayah DKI Jakarta.

Berdasarkan informasi resmi dari Pertamina, harga Pertamax RON 92 naik sebesar Rp400. Jika sebelumnya dijual dengan harga Rp12.100 per liter, kini pengguna harus merogoh kocek Rp12.500 per liter.

Varian Pertamax Turbo juga tidak luput dari penyesuaian harga, naik Rp450 menjadi Rp13.500 per liter dari sebelumnya Rp13.050.

Kenaikan juga terjadi pada Pertamax Green, bahan bakar ramah lingkungan hasil campuran Pertamax dan bioetanol. Produk ini kini dijual dengan harga Rp13.250 per liter, naik dari sebelumnya Rp12.800 per liter, atau mengalami penyesuaian sebesar Rp450.

Sementara untuk segmen BBM diesel, Dexlite kini dijual seharga Rp13.320 per liter setelah mengalami kenaikan Rp580 dari harga sebelumnya di angka Rp12.740.

Produk diesel premium Pertamina Dex juga mengalami perubahan harga, kini dibanderol Rp13.650 per liter atau naik Rp450 dari harga bulan lalu yang masih berada di Rp13.200.

Namun demikian, tidak semua jenis BBM mengalami penyesuaian. Produk-produk yang termasuk dalam kategori BBM subsidi dan penugasan dari pemerintah, seperti Pertalite dan Biosolar, tetap dijual dengan harga lama.

Pertalite masih dibanderol Rp10.000 per liter, dan Biosolar tetap Rp6.800 per liter, sebagaimana ditegaskan oleh Pertamina.

Langkah penyesuaian harga ini merupakan bagian dari mekanisme pasar yang telah diatur dalam Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022.

Peraturan tersebut mengatur formula harga jual eceran BBM nonsubsidi berdasarkan rata-rata harga publikasi minyak dunia dan nilai tukar rupiah selama sebulan terakhir.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *