19 April 2026
dito.jpg

Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora) Dito Ariotedjo mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) muda di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk menjadi agen perubahan dengan terus berinovasi, mengembangkan potensi, dan membangun ekosistem kerja yang inspiratif. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan relevansi Kemenpora di mata masyarakat, khususnya generasi muda.

“Intinya kita harus membuat suatu pola ekosistem dan komunikasi yang saling mengisi, menginspirasi, serta memberikan motivasi kepada pimpinan di unit masing-masing,” ujar Dito dalam keterangannya dikutip di Jakarta, Kamis.

Dalam acara Sharing & Inovasi Generasi Muda ASN Kemenpora (SIGMA) 2025 di Auditorium Wisma Menpora, Senayan, Jakarta, Rabu (5/2), Menpora Dito menekankan pentingnya penguatan kapasitas ASN muda. Ia mendorong mereka untuk memanfaatkan peluang pengembangan kompetensi, termasuk melalui kerja sama pendidikan dengan berbagai institusi.

“Saya ingin ASN kita diperkuat agar pelayanan publik bisa maksimal. Kita juga ingin agar membiasakan para ASN muda kita lebih mengasah potensinya disamping kita sedang berjuang agar tukin kita bisa 100 persen,” tegasnya.

Menpora Dito juga menegaskan bahwa efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah tidak akan berdampak pada kesejahteraan internal Kemenpora. Sebaliknya, efisiensi ini diharapkan dapat meningkatkan perencanaan program agar lebih berdampak bagi masyarakat.

“Ini justru membuat shock therapy agar lebih bisa melakukan perencanaan, membuat program yang impactnya jelas, lebih baik di tengah masyarakat serta memaksimalkan sektor olahraga, pembangunan kepemudaan, digitalisasi, AI dan bagaimana Indonesia bisa menjadi tuan rumah sekelas Asian Games, Olimpiade di lima sampai 10 tahun kedepan,” paparnya.

Selain itu, Menpora Dito menekankan pentingnya menjaga budaya kerja yang profesional, sopan santun, serta komunikasi yang baik antara ASN muda dan senior di lingkungan Kemenpora. Ia berharap Kemenpora dapat menjadi kementerian yang relevan dengan anak muda dan mampu menunjukkan peran serta tanggung jawabnya kepada publik.

“Ketika kita bisa menunjukkan bahwa kita bisa membuat program-program yang dampaknya relevan maka kita akan mendapatkan kepercayaan baik dari publik dan stakeholders setingkat, dan itulah nantinya yang bisa searah dengan kesejahteraan di kementerian,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *