21 April 2026
IMG_20250205_084905_1.jpg

Jakarta – Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Indonesia (PSAI) menargetkan tim nasional sepak bola amputasi Indonesia meraih posisi tiga besar dalam ajang Amputee Football Asian Championship 2025 di Dhaka, Bangladesh, yang berlangsung pada 7-12 Februari.

“Kami menyiapkan 13 pemain untuk kejuaraan itu dan kami menargetkan finis tiga besar,” kata Ketua Umum PSAI Yudhi Yahya, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Jakarta, Rabu.

Timnas amputasi telah menjalani seremoni pelepasan kontingen oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, di Jakarta pada Selasa (4/2) sebelum bertolak ke Dhaka untuk berkompetisi.

Kejuaraan tersebut diikuti oleh beberapa negara, antara lain Bangladesh, Irak, Iran, Uzbekistan, dan Nepal. Yudhi mengatakan bahwa kejuaraan ini merupakan momentum penting bagi timnas amputasi Indonesia untuk mengukur kemampuan bertanding dan mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan tingkat yang lebih tinggi di masa mendatang.

“Ini menjadi batu loncatan untuk impian lebih besar, yaitu Piala Dunia,” katanya.

Yudhi menyampaikan terima kasih atas dukungan dari Menteri Pemuda dan Olahraga, Komisi X DPR, serta para sponsor terhadap timnas yang telah menjalani proses persiapan hingga dapat mengikuti kejuaraan bergengsi tingkat Asia ini. Ia juga meminta dukungan doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar tim Merah Putih dapat meraih hasil terbaik sesuai target.

Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, dalam acara pelepasan kontingen, mengatakan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam ajang tersebut membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih impian. Para atlet telah melalui latihan keras dan menghadapi berbagai rintangan hingga siap mewakili Indonesia di level Asia.

Surono menambahkan bahwa pemerintah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah berjuang demi bangsa dan negara.

“Saudara bukan hanya bertanding untuk meraih kemenangan, tetapi juga untuk menginspirasi banyak orang. Bermain dengan hati, semangat, dan penuh keyakinan. Bertanding dengan rasa bangga, junjung tinggi sportivitas, dan harumkan nama bangsa,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *