19 April 2026
Patric

Patrick Kluivert, legenda sepak bola Belanda, resmi diperkenalkan ke publik sebagai pelatih tim nasional Indonesia pada Minggu. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menunjuk Kluivert untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Shin Tae-yong. Meskipun penunjukan ini menuai pro dan kontra karena portofolio kepelatihan Kluivert yang dianggap kurang mentereng, PSSI berharap Kluivert mampu mengatasi masalah minim gol yang dihadapi tim Garuda.

Kluivert memulai karir kepelatihannya sebagai asisten pelatih di Brisbane Roar pada 2010 bersama Ange Postecoglou, pelatih Tottenham Hotspur saat ini. Masa jabatannya di Australia singkat, sebelum ia menerima posisi pelatih Twente U-21 dari 2011 hingga 2013. Selama melatih Twente U-21, Kluivert juga ditunjuk sebagai asisten pelatih Louis van Gaal untuk tim nasional Belanda mulai 2012 hingga 2014.

Usai menjadi asisten Louis van Gaal, Kluivert menangani tim nasional Curacao mulai 3 Maret 2015 hingga Juni 2016. Dalam periode tersebut, ia memimpin Curacao dalam delapan pertandingan dengan hasil tiga kemenangan, dua seri, dan dua kekalahan. Selanjutnya, Kluivert menjadi asisten pelatih timnas Kamerun bersama Clarence Seedorf dari Agustus 2018 hingga Juli 2019. Setelah itu, Kluivert ditunjuk sebagai Direktur Akademi Barcelona pada Juli 2019.

Kluivert mengakhiri kontraknya sebagai Direktur Akademi Barcelona pada Maret 2021 dan kemudian menjadi pelatih interim Curacao pada Mei 2021, menggantikan Guus Hiddink yang terkena Covid-19. Di periode kedua menangani Curacao, Kluivert memimpin enam pertandingan dengan meraih satu kemenangan, dua hasil seri, dan tiga kekalahan. Setelah itu, ia menjadi pelatih Adana Demirspor di Liga Turki mulai Juli 2023 hingga Desember 2023, dengan catatan delapan kemenangan, enam seri, dan enam kekalahan dari 20 pertandingan.

Meski dinilai sebagai perjudian oleh sejumlah kalangan, Ketua Umum PSSI Erick Thohir memilih Kluivert karena kemampuannya dalam mencetak gol. Selama karirnya sebagai pemain, Kluivert mencetak 149 gol di level klub dan menjadi top skor keempat timnas Belanda dengan 40 gol dari 79 penampilan.

Sebagai pelatih, Kluivert menerapkan formasi 4-2-3-1 yang fokus pada permainan atraktif menyerang. Di Adana Demirspor, ia berhasil mengembalikan performa dua penyerang yang kehilangan gairah mencetak gol, Mario Balotelli dan M’Baye Niang. Di tangan Kluivert, Niang mencetak tujuh gol dari 18 pertandingan, sementara Balotelli mencetak tiga gol dari lima pertandingan.

Skuad Garuda di era Shin Tae-yong tidak memiliki pemain dengan naluri mencetak gol. Witan Sulaeman menjadi pencetak gol terbanyak dengan sembilan gol dari 45 pertandingan, diikuti oleh Egy Maulana Vikri dengan delapan gol dan Dimas Drajad dengan enam gol. Kluivert diharapkan mampu mengatasi masalah ini dengan skema permainan yang diterapkannya.

Selain itu, Kluivert yang mahir berbahasa Belanda akan dibantu oleh asisten pelatih Denny Landzaat yang mahir berbahasa Indonesia untuk menguasai ruang ganti yang mayoritas dihuni pemain diaspora. Kehadiran Kluivert sebagai legenda sepak bola juga diharapkan mampu menjaga kondisi ruang ganti tetap baik dan memberikan motivasi lebih kepada tim.

Tugas terbesar Kluivert adalah membawa tim Garuda menuju Piala Dunia 2026 sesuai target PSSI. Dengan empat pertandingan tersisa di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, peluang Indonesia untuk lolos masih terbuka lebar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *