Realisasi APBD Kota Pangkalpinang Hingga Maret 2026 Masih Rendah
Hingga 31 Maret 2026, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pangkalpinang masih tercatat di bawah target yang ditetapkan. Dalam rapat koordinasi evaluasi kinerja fisik dan keuangan APBD hingga Maret 2026 di ruang rapat Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (15/4/2026), diketahui bahwa realisasi kinerja hanya mencapai 33,91 persen.
Dari sisi keuangan, realisasi anggaran mencapai 20,06 persen, sedangkan realisasi fisiknya sebesar 21,50 persen. Angka ini menunjukkan bahwa proses pelaksanaan program dan penggunaan anggaran masih belum optimal. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah setempat.
Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin atau yang akrab disapa Udin, mengakui bahwa beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) masih memiliki realisasi yang tidak maksimal pada triwulan pertama 2026 ini. Meski demikian, ia menilai masalah yang ada bukanlah hal yang terlalu serius. Namun, ia tetap menekankan perlunya percepatan dalam pelaksanaan berbagai program dan kegiatan.
OPD dengan Realisasi Rendah dan Tinggi
Berdasarkan data yang tersedia, beberapa OPD mencatatkan realisasi kinerja di bawah 15 persen. Di antaranya adalah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dengan realisasi 8,58 persen, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman sebesar 10,49 persen, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dengan capaian 12,30 persen.
Di sisi lain, beberapa OPD lainnya mencatatkan realisasi kinerja yang cukup tinggi. Contohnya, Dinas Pariwisata dengan realisasi 87,96 persen dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebesar 84,88 persen. Selain itu, Inspektorat Daerah, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta beberapa kecamatan seperti Pangkalbalam dan Rangkui juga mencatatkan realisasi kinerja di atas 60 persen.
Rata-Rata Serapan Anggaran Masih Rendah
Dari sisi keuangan, rata-rata serapan anggaran masih berada di kisaran 20 persen. Angka ini menunjukkan bahwa proses administrasi maupun pelaksanaan kegiatan di lapangan masih memerlukan peningkatan. Meskipun beberapa unit kerja seperti kecamatan dan dinas teknis mulai menunjukkan peningkatan, secara keseluruhan realisasi fisik belum menunjukkan progres yang signifikan.
Menurut Wali Kota Pangkalpinang, evaluasi kinerja triwulan ini menjadi momentum penting untuk mendorong seluruh OPD mempercepat pelaksanaan program. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala guna memastikan seluruh target pembangunan dapat tercapai.
Tantangan dan Harapan
Udin menyampaikan bahwa meskipun saat ini masih awal tahun, semua OPD diminta untuk bergerak lebih cepat. Ia optimistis bahwa target pembangunan bisa tercapai jika ada percepatan dalam pelaksanaan program. Dengan komitmen dan konsistensi dari seluruh stakeholder, diharapkan realisasi APBD Kota Pangkalpinang bisa meningkat secara signifikan di triwulan berikutnya.