23 April 2026
AA20M0jx.jpg

Kadin Indonesia: Dunia Usaha Masuk Fase Wait and See Akibat Ketidakpastian Global

Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, khususnya akibat eskalasi konflik di Timur Tengah dan mandeknya negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, dunia usaha di Indonesia dinilai sedang berada dalam fase wait and see. Hal ini menunjukkan kehati-hatian pelaku usaha dalam mengambil keputusan ekspansi.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia, Erwin Aksa, menjelaskan bahwa penurunan ekspektasi kegiatan bisnis dan stagnasi penjualan mencerminkan sikap waspada dari pelaku usaha. Meski demikian, ekspansi bisnis tidak sepenuhnya berhenti, tetapi mengalami penyesuaian strategi.

“Secara umum, ekspansi bisnis masih akan berjalan namun lebih selektif dan terukur,” ujar Erwin kepada media, Senin (13/4/2026). Ia menambahkan bahwa pelaku usaha cenderung menahan ekspansi besar yang bersifat padat modal, sambil fokus pada efisiensi dan optimalisasi operasional.

Perubahan Strategi Investasi

Investasi juga mulai dialihkan ke sektor-sektor yang dinilai lebih resilien, seperti pangan, energi, dan digital. Erwin menyebut beberapa faktor yang memengaruhi keputusan ekspansi, antara lain:

  • Ketidakpastian geopolitik global
  • Volatilitas harga energi dan logistik
  • Tekanan terhadap nilai tukar rupiah
  • Melemahnya permintaan global
  • Biaya pembiayaan yang relatif tinggi

Kondisi ini berdampak pada perhitungan risiko dan imbal hasil investasi. Dari sisi penjualan, Kadin memproyeksikan kinerja masih cenderung stagnan dalam jangka pendek, namun berpotensi membaik pada semester II/2026 apabila tidak terjadi eskalasi lanjutan konflik global.

Konsumsi Domestik sebagai Penopang Utama

Konsumsi domestik dinilai tetap menjadi penopang utama, meski daya beli masyarakat perlu dijaga. Lebih lanjut, Erwin menilai mandeknya negosiasi antara AS dan Iran turut berdampak pada dunia usaha, antara lain melalui kenaikan harga minyak, tekanan terhadap nilai tukar, serta peningkatan biaya produksi dan distribusi.

“Bagi dunia usaha, ini meningkatkan uncertainty premium, sehingga banyak pelaku usaha menunda ekspansi besar dan memilih menunggu arah yang lebih jelas,” ujarnya.

Langkah untuk Mendorong Ekspansi

Untuk mendorong ekspansi, Kadin menilai diperlukan kepastian dan stabilitas kebijakan, termasuk kebijakan yang konsisten, insentif fiskal, kemudahan investasi, serta menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi.

Selain itu, percepatan belanja pemerintah dan deregulasi di sektor riil seperti logistik dan perizinan dinilai penting untuk memperkuat daya saing. “Dunia usaha siap berekspansi, namun membutuhkan sinyal yang jelas bahwa risiko dapat dikelola dengan baik,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *