22 April 2026
AA20LV5G.jpg

Transformasi Layanan Kredit BTN dengan Hadirnya Loan Factory

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah meluncurkan inovasi terbaru dalam layanan kredit, yaitu Loan Factory, yang bertujuan untuk mempercepat proses pengajuan KPR. Sistem ini dirancang agar waktu proses pengajuan kredit dapat dipangkas dari rata-rata sekitar enam hari kerja menjadi lebih singkat.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan bahwa sistem ini merupakan bagian dari upaya perseroan dalam membangun mesin pertumbuhan kredit yang tetap menjaga kualitas risiko. “Jika hanya tumbuh tanpa kualitas, itu tidak acceptable. Namun jika kualitas bagus tanpa pertumbuhan, itu juga tidak cukup,” ujarnya saat peresmian BTN Loan Factory di Bekasi, Jawa Barat, Senin (13/4/2026).

Loan Factory dirancang untuk mengintegrasikan seluruh proses kredit dalam satu sistem terpusat, mulai dari input data, verifikasi, analisis, hingga persetujuan dan pencairan. Dengan model ini, BTN ingin menghapus proses yang sebelumnya tersebar di cabang dan regional.

Dari sisi operasional, Direktur Operations BTN I Nyoman Sugiri Yasa menyebut integrasi ini membuat proses lebih efisien dan mudah dipantau. Alur kerja yang sebelumnya tersebar kini dipusatkan sehingga tata kelola dokumen dan underwriting lebih rapi.



Karyawan beraktivitas di BTN Loan Factory Bekasi Jawa Barat, Senin (13/4/2026). – (Edwin Putranto/Dewa News -)

Sementara itu, Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menilai transformasi ini merupakan kelanjutan dari evolusi sistem kredit BTN, dari desentralisasi, lalu regionalisasi, hingga kini menjadi terpusat berbasis proses. Pendekatan baru tersebut memperkuat akurasi keputusan kredit sekaligus menekan risiko. BTN juga mulai mengembangkan pemanfaatan teknologi seperti decision engine dan kecerdasan buatan untuk mempercepat proses analisis.

Sebagai anak usaha BTN, Bank Syariah Nasional (BSN) menyatakan akan menjadikan Loan Factory sebagai model atau pilot project dalam penguatan proses bisnis pembiayaan syariah. Wakil Direktur Utama BSN Arga M. Nugraha menyampaikan bahwa inovasi ini akan menjadi model yang akan diimplementasikan kembali ke BSN. Implementasi di BSN akan disesuaikan dengan fase transformasi yang sedang berjalan di internal perseroan, termasuk perbaikan proses pembiayaan dan penguatan sinergi dalam grup.

Mendorong Pertumbuhan Bisnis Konsumer

Head of Transformation and Partnership Management Division PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Erika menyampaikan bahwa pengembangan BTN Loan Factory bertujuan untuk mendorong pertumbuhan bisnis konsumer perseroan. Target tersebut sejalan dengan visi perseroan untuk menjadi bank konsumer terpercaya yang memberikan layanan finansial terintegrasi dan customer experience terbaik bagi nasabah.

Pembentukan Loan Factory ini juga menunjukkan kesiapan BTN dalam mendukung ambisi pertumbuhan bisnis kredit konsumer ke depannya. Dengan beroperasinya fasilitas tersebut, operating model (kerangka kerja) pemrosesan kredit konsumer oleh pihaknya berubah dari sebelumnya berupa regional-based model (berdasarkan wilayah operasional) menjadi process-based model (berdasarkan proses).



Karyawan beraktivitas di BTN Loan Factory Bekasi Jawa Barat, Senin (13/4/2026). – (Edwin Putranto/Dewa News -)

Erika berharap, perubahan operating model tersebut dapat mendukung perubahan mindset (cara pandang) di lingkungan perseroan agar lebih berfokus pada pelayanan terhadap nasabah. BTN Loan Factory merupakan sentra pemrosesan kredit konsumer di BTN yang berlandaskan pada operational excellence untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan konsisten kepada para nasabah, kualitas proses yang lebih baik, dan secara bersamaan dapat meningkatkan produktivitas tim dan efisiensi proses.

Melalui fasilitas tersebut, pelaksanaan dan pengawasan proses pengajuan pembiayaan didesain agar dapat menjamin konsistensi waktu yang dibutuhkan untuk menyetujui setiap permintaan kredit nasabah. Dari yang sebelumnya mungkin lebih inward looking (fokus pada faktor internal), akan dijaga konsisten maksimal lima hari per tahun ini yang kami targetkan, dan diharapkan akan terus membaik mencapai maksimal tiga hari di beberapa tahun ke depan.

Inisiatif pembentukan BTN Loan Factory tersebut dilakukan melalui integrasi bertahap dari yang sebelumnya pemrosesan kredit dilakukan di masing-masing kantor cabang menjadi di enam Regional Loan Processing Center (RLPC) atau Pusat Pemrosesan Pembiayaan Regional. Kemudian, perseroan menerapkan pilot project pada Agustus 2025 dengan menggabungkan dua RLPC yang membawahi operasional di wilayah Jakarta 1, Jakarta 2, dan Jawa Barat. Hingga akhirnya pada tanggal 6 April 2026 ini, jadi satu pekan yang lalu, telah dilakukan implementasi nasional penggabungan seluruh RLPC yang menempati gedung BTN Loan Factory baru ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *