22 April 2026
AAYcygm.jpg



Pasar saham Indonesia kembali mengalami tekanan pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (13/4/2026). Khususnya, saham-saham bank berkapitalisasi besar atau big banks tercatat melemah. Pergerakan saham tersebut diprediksi masih dalam fase rebound terbatas sepanjang pekan ini.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling turun hari ini. Harga saham BBCA ditutup di level Rp 6.575 per saham, turun 1,87% dibandingkan harga sebelumnya. Sementara itu, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengalami penurunan sebesar 1,50%, dengan harga akhir Rp 4.600 per saham. Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga turun 1,34% menjadi Rp 3.680 per saham.

Di sisi lain, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) hanya mengalami penurunan tipis sebesar 0,59% menjadi Rp 3.370 per saham. Pelemahan hari ini terjadi setelah saham big banks menguat pada perdagangan pekan lalu.

Dari sisi aksi investor asing, hanya BMRI yang mengalami jual bersih atau net sell sebesar Rp 201,39 miliar. Sementara tiga saham lainnya dari big banks mendapatkan net buy.

Prospek Pergerakan Saham Big Banks

Menurut Head Riset Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, pergerakan saham big banks pekan ini masih berada dalam fase early-stage bottoming atau rebound terbatas. Ia memproyeksikan bahwa tren naik yang solid belum sepenuhnya terbentuk.

Liza menjelaskan bahwa penguatan saham big banks di pekan lalu lebih merupakan technical rebound setelah adanya koreksi sebelumnya. Penguatan juga didorong oleh meredanya aksi jual dari investor asing.

Namun, ia menyebutkan bahwa penguatan tersebut belum tentu dapat bertahan di pekan ini. Pasalnya, beberapa sentimen buruk global masih memengaruhi harga saham di pasar Indonesia.

“Pergerakan sektor perbankan saat ini sangat dipengaruhi oleh dinamika global, seperti arah yield US Treasury, nilai tukar Dollar, dan stabilitas harga komoditas,” ujarnya kepada Dewa News, Senin (13/4/2026).

Kondisi Fundamental Sektor Perbankan

Meskipun ada tekanan dari luar, Liza menilai sektor perbankan Indonesia tetap memiliki fondasi yang kuat. Hal ini ditunjukkan melalui permodalan yang baik dan kualitas aset yang terjaga.

Ia merekomendasikan para investor untuk mulai melakukan akumulasi secara bertahap selama pekan ini. Dengan fundamental yang masih stabil, saham big banks tetap menarik untuk dikoleksi dalam jangka panjang.

“Strategi yang lebih tepat bagi investor adalah melakukan akumulasi bertahap saat terjadi koreksi, bukan mengejar kenaikan. Selain itu, penting untuk tetap mencermati risiko utama, seperti potensi kenaikan yield global dan volatilitas Rupiah yang bisa memicu tekanan outflow,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *