24 April 2026
AA20Lyr5.jpg



PT Châteraisé Indonesia Manufacturing, merek toko kue asal Jepang, resmi memulai pembangunan pabrik keduanya di Indonesia. Proyek ini ditandai dengan seremoni groundbreaking yang digelar pada Senin, 13 April 2026, di Kawasan Industri Deltamas, Bekasi.

Châteraisé pertama kali masuk ke Indonesia pada 2017 melalui kerja sama dengan Gobel Group. Setelah mengoperasikan pabrik pertamanya pada 2022, perusahaan kini memperluas kapasitas produksi untuk menjawab permintaan pasar yang terus tumbuh.

CEO Châteraisé Holdings Co., Ltd Jepang, Takako Saito, menyebut pembangunan pabrik kedua ini sebagai bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan di Indonesia. Ia menekankan pendekatan farm to factory yang menghubungkan sektor pertanian lokal dengan industri manufaktur modern.

“Pembangunan pabrik kedua ini mencerminkan komitmen jangka panjang kami di Indonesia,” ujar Takako dalam acara tersebut. Ia menjelaskan, pabrik baru ini akan meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan, termasuk produk unggulan seperti custard puff yang ditargetkan naik hingga 10 kali lipat dibandingkan fasilitas sebelumnya. Peningkatan ini dilakukan untuk merespons lonjakan permintaan di pasar Indonesia.

Total investasi pembangunan pabrik ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 1,4 triliun. Selain memperbesar kapasitas, fasilitas ini juga dirancang untuk memperkuat penggunaan bahan baku lokal agar menciptakan rantai nilai yang lebih terintegrasi dari hulu ke hilir.

Takako menambahkan, pihak Jepang akan berfokus pada transfer teknologi produksi agar proses yang sebelumnya masih manual dapat diproduksi secara massal. Sementara itu, Indonesia berperan dalam penyediaan bahan baku yang beragam dan kaya.

Di sisi lain, Chairman Gobel Group, Rachmat Gobel, mengatakan ekspansi ini tidak hanya menyasar pasar domestik, tetapi juga ekspor ke kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah. Pabrik baru ini juga disiapkan sebagai fasilitas dengan standar halal.

“Dengan pabrik ini kita akan juga ekspor, dan pabrik ini adalah pabrik dengan standar halal pertama dari Châteraisé,” ujarnya. Meski demikian, ia belum merinci porsi ekspor yang ditargetkan.

Saat ini, Châteraisé Indonesia telah mengoperasikan 60 gerai di berbagai wilayah dan menargetkan penambahan sekitar 20 gerai baru setiap tahun untuk memperluas jangkauan pasar di Indonesia.

Strategi Perluasan Pasar

Châteraisé memiliki strategi jangka panjang untuk memperluas pangsa pasarnya di Indonesia. Salah satu langkah utama adalah memperkuat kehadiran di seluruh wilayah negara. Dengan penambahan 20 gerai setiap tahun, perusahaan berharap bisa mencapai target penjualan yang lebih besar.

Selain itu, Châteraisé juga berencana untuk memperluas pasar ekspor. Dengan adanya pabrik baru yang berstandar halal, perusahaan siap memasuki pasar-pasar di Asia Tenggara dan Timur Tengah yang sangat potensial.

Keterlibatan Sektor Pertanian Lokal

Pendekatan farm to factory menjadi salah satu fokus utama Châteraisé. Dengan memperkuat keterlibatan sektor pertanian lokal, perusahaan berupaya menciptakan rantai pasok yang lebih efisien dan berkelanjutan. Bahan baku lokal yang berkualitas tinggi akan membantu menurunkan biaya produksi dan meningkatkan daya saing produk.

Penggunaan Teknologi Produksi Modern

Châteraisé juga akan mengintegrasikan teknologi produksi modern ke dalam pabrik barunya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produk. Proses yang sebelumnya masih manual akan diubah menjadi sistem otomatis yang lebih cepat dan akurat.

Investasi dan Kesiapan Infrastruktur

Investasi sebesar Rp 1,4 triliun menunjukkan komitmen kuat Châteraisé terhadap pengembangan bisnis di Indonesia. Pabrik baru ini akan dilengkapi dengan infrastruktur yang lengkap dan modern, termasuk fasilitas produksi, gudang, dan area distribusi.

Tantangan dan Peluang

Meskipun ada tantangan dalam memenuhi permintaan pasar yang meningkat, Châteraisé percaya bahwa dengan strategi yang tepat dan kolaborasi dengan mitra lokal, perusahaan dapat terus berkembang. Peluang ekspor juga menjadi faktor penting dalam rencana pengembangan jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *