19 April 2026
AA1ZZeIc.jpg



Peningkatan jumlah wisatawan selama libur Lebaran 2026 mencerminkan pertumbuhan sektor pariwisata di Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyampaikan bahwa total perjalanan selama masa angkutan Lebaran pada periode 13 hingga 29 Maret 2026 mencapai 147,55 juta orang. Angka ini meningkat sebesar 2,53 persen dibandingkan proyeksi awal.

Sebanyak 12 persen dari jumlah tersebut, atau sekitar 17,27 juta orang, memanfaatkan momentum Lebaran untuk melakukan perjalanan ke lokasi wisata. Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang mencapai 6,3 persen. Meskipun demikian, Ni Luh menegaskan bahwa angka tersebut masih dalam estimasi karena pihaknya masih menunggu data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Beberapa destinasi wisata yang paling diminati selama libur Lebaran antara lain:

Malioboro di Yogyakarta

Kawasan wisata Ancol, Monas, dan Taman Margasatwa Ragunan di Jakarta

Kota Lama Semarang

Masjid Al Jabar di Bandung

Pantai Pangandaran

Masjid Agung Demak

Telaga Sarangan Magetan

Taman Safari Indonesia di Bogor

Selain itu, pengeluaran masyarakat di sektor pariwisata juga mengalami kenaikan signifikan. Total pengeluaran naik dari Rp 11,04 triliun pada 2025 menjadi Rp 19,86 triliun pada 2026. Ni Luh menjelaskan bahwa terjadi pergeseran pengeluaran dari konsumsi berbasis rumah tangga menjadi konsumsi berbasis pengalaman, terutama di sektor pariwisata.

Kementerian Pariwisata juga memantau kunjungan wisatawan ke 10 destinasi pariwisata prioritas (DPP) dan tiga destinasi pariwisata regeneratif (DPR). Selama libur Lebaran 2026, Kemenpar mencatat 6,66 juta pergerakan penumpang menuju DPP, meningkat 13,74 persen dibandingkan Lebaran 2025.

Destinasi DPP meliputi:

Danau Toba (Sumatera Utara)

Candi Borobudur (Jawa Tengah)

Mandalika (Nusa Tenggara Barat)

Likupang (Sulawesi Utara)

Wakatobi (Sulawesi Utara)

Raja Ampat (Papua Barat Daya)

Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur)

Morotai (Maluku Utara)

Tanjung Kalayang (Bangka Belitung)

Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur)

Sementara itu, pergerakan penumpang ke tiga destinasi DPR mencapai 6,1 juta pergerakan, meningkat 24,63 persen dibandingkan Lebaran 2025. Destinasi DPR mencakup wilayah Bali, Greater Jakarta, dan Kepulauan Riau. Peningkatan terbesar terjadi di DPP Raja Ampat sebesar 19,9 persen dan Kepulauan Riau sebesar 125,5 persen untuk DPR.

Estimasi total pengeluaran masyarakat ke destinasi DPP dan DPR mencapai lebih dari Rp 12,27 triliun, yang mencerminkan kontribusi sekitar 61,8 persen dari total estimasi pengeluaran nasional di sektor pariwisata.

Untuk meningkatkan layanan pariwisata selama libur Lebaran, pemerintah mengambil berbagai langkah. Kementerian Pariwisata mengaktifkan platform informasi terpadu Halo Wonderful, menyelenggarakan Pameran Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI), serta mengampanyekan kampanye BBWI dan Belanja di Indonesia Aja (BINA).

Selain itu, kementerian juga mengompilasi paket wisata libur Lebaran, mendorong penurunan harga tiket transportasi, memantau 173 titik daya tarik wisata, dan menerbitkan surat edaran tentang penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Kementerian juga aktif dalam menangani masalah seperti pungutan liar dengan bekerja sama dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pengelola destinasi wisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *