Penjualan Semen Makan 37,93 Juta Ton pada 2025, SMGR Catatkan Laba Bersih Rp191 Miliar
Pada tahun 2025, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) berhasil mencatatkan penjualan sebesar 37,93 juta ton dengan pendapatan mencapai Rp35,24 triliun. Selain itu, perusahaan juga mampu meraih laba bersih sebesar Rp191 miliar. Kinerja positif ini didorong oleh transformasi bisnis yang dilakukan perusahaan serta efisiensi biaya dan pertumbuhan penjualan regional sebesar 14,3 persen.
Transformasi Bisnis sebagai Pilar Utama
Corporate Secretary Semen Indonesia, Vita Mahreyni menjelaskan bahwa sejak Juli 2025, perseroan konsisten menjalankan transformasi bisnis yang berfokus pada tiga pilar strategi utama. Ketiga pilar tersebut adalah peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio.
Ia menambahkan, langkah-langkah yang diambil mulai terlihat hasilnya pada paruh kedua tahun lalu, di mana penjualan domestik berangsur membaik dan membantu kinerja perusahaan sepanjang tahun. Meskipun pasar domestik masih menghadapi tantangan, perseroan terus fokus pada ekspansi regional.
Pertumbuhan Penjualan Regional
Selama tahun 2025, penjualan regional mencapai 7,95 juta ton, meningkat sebesar 14,3% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 6,96 juta ton. Peningkatan ini menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung kinerja keuangan perusahaan.
Di sisi operasional, beban pokok pendapatan turun sebesar 0,3% secara tahunan, sedangkan beban usaha di luar beban operasi lainnya menyusut sebesar 1,1%. Perbaikan tata kelola keuangan juga memberikan dampak signifikan, yaitu penurunan biaya keuangan bersih sebesar 32,7%, yang memperkuat struktur keuangan perusahaan.
Strategi Ke depan: Ekspor dan Pengembangan Bisnis Baru
Vita mengatakan, disiplin dalam menjalankan transformasi bisnis sejak Juli 2025 membuat perseroan lebih berdaya saing dan adaptif terhadap dinamika industri. Ke depan, perusahaan akan fokus pada penguatan ekspor dan pengembangan bisnis baru.
Salah satu langkah strategis adalah proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor semen di Tuban, Jawa Timur, yang merupakan hasil kerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation. Perusahaan menargetkan ekspor akan berjalan pada pertengahan 2026 dengan kapasitas antara 500 ribu hingga 1 juta ton per tahun.
Selain itu, kolaborasi dengan Taiheiyo juga akan difokuskan pada pengembangan lini bisnis soil stabilization guna membuka pasar baru di sektor konstruksi.
Kemajuan dalam Aspek Keberlanjutan
Di luar kinerja bisnis, Semen Indonesia (SIG) juga mencatatkan kemajuan dalam aspek keberlanjutan. Intensitas emisi gas rumah kaca cakupan 1 turun menjadi 561 kg CO2 per ton cement equivalent, atau menurun sebesar 21% dibandingkan baseline 2010. Sementara itu, emisi cakupan 2 turun 15% dibandingkan baseline 2019 menjadi 57 kg CO2 per ton.
Penurunan emisi ini didorong oleh peningkatan pemanfaatan bahan bakar alternatif serta pengembangan energi terbarukan. Sepanjang tahun 2025, penggunaan bahan bakar alternatif mencapai 681.567 ton, meningkat dari tahun sebelumnya. Rasio substitusi energi panas juga naik menjadi 9,77%.