19 April 2026
AA1ZAaDM.jpg

Inovasi Bisnis Camilan di Tengah Pandemi

Di tengah situasi pandemi yang mengubah pola hidup masyarakat, banyak orang mencari peluang usaha yang bisa memberikan penghasilan. Salah satunya adalah Firda Khaerunnisa dan Gilang Gumilar, pasangan suami istri asal Tasikmalaya, Jawa Barat. Mereka memilih untuk menjalani bisnis camilan khas daerah dengan produk unggulan keripik kaca.

Keripik kaca merupakan camilan tradisional dari Tasikmalaya yang terbuat dari singkong. Dengan modal awal sebesar Rp 1 juta, Firda dan Gilang memulai usaha ini secara mandiri. Awalnya, mereka hanya memproduksi keripik kaca sebagai produk pertama. Namun, berkat ketekunan dan inovasi, bisnis ini berkembang pesat.

Pemanfaatan Platform Digital dalam Pemasaran

Pandemi membuat Firda dan Gilang mempertimbangkan strategi pemasaran digital. Salah satu platform yang mereka manfaatkan adalah TikTok Shop. Dengan membuat konten promosi, proses produksi, serta kisah perjalanan bisnis, Sajodo Snack & Food mulai menarik perhatian konsumen dari berbagai kota.

“Konten-konten tersebut membantu kami memperluas pasar,” ujar Firda. Hasilnya, permintaan terhadap produk keripik kaca meningkat pesat. Hal ini memicu Firda untuk menciptakan beragam rasa, seperti keripik kaca pedas, basreng daun jeruk, keju aroma, baso aci, hingga keripik kulit ayam dan usus krispi.

Peningkatan Omzet yang Menakjubkan

Berkat strategi pemasaran yang efektif, Firda mengklaim bahwa Sajodo Snack pernah mencatat omzet sebesar Rp 1,5 miliar dalam satu hari. Bahkan, ada saat di mana pesanan mencapai 40.000 bungkus dalam sehari. Ini terjadi setelah kolaborasi dengan salah satu selebritas TikTok.

Namun, lonjakan permintaan ini juga menjadi tantangan. Saat ini, Sajodo Snack memiliki tiga pabrik, tetapi kapasitas produksi masih belum cukup untuk memenuhi permintaan pasar. Untuk mengatasi hal ini, Firda merencanakan peningkatan kapasitas produksi di ketiga pabrik tersebut.

Ekspansi dan Strategi Pasca-Pandemi

Selain itu, Firda juga berencana untuk membuka kantor cabang baru. Saat ini, Sajodo Snack memiliki tiga kantor cabang di Tasikmalaya, Banjar, dan Ciamis. Di tahun ini, kantor cabang keempat akan dibuka di Bandung jika tidak ada kendala.

Meski telah berkembang pesat, Firda tetap memprioritaskan penggunaan platform digital untuk pemasaran. Ia percaya bahwa media sosial dan e-commerce tetap menjadi alat utama dalam menjaga pertumbuhan bisnis.

Dengan inovasi dan adaptasi terhadap perubahan, Firda dan Gilang berhasil membuktikan bahwa bisnis camilan bisa menjadi peluang yang sangat menjanjikan bahkan di tengah situasi sulit seperti pandemi. Mereka menjadi contoh nyata bagaimana ketekunan dan strategi yang tepat dapat mengubah ide menjadi bisnis yang sukses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *