Harga batu bara acuan (HBA) pada periode kedua Februari 2026 mengalami penurunan. Hal ini terjadi untuk berbagai jenis batu bara dengan nilai kalori yang berbeda-beda. Penurunan ini menunjukkan adanya perubahan dalam dinamika pasar dan kebijakan pemerintah terkait harga komoditas energi.
HBA terbaru ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 97.K/MB.01/MEM.B/2026. Keputusan ini mengatur HBA untuk periode kedua bulan Februari tahun 2026. Dalam keputusan tersebut, harga acuan batu bara diatur berdasarkan kesetaraan nilai kalori masing-masing jenis.
Untuk batu bara dengan nilai kalori tinggi, yaitu 6.322 kcal/kg GAR, HBA ditetapkan sebesar US$102,87 per ton. Angka ini lebih rendah dibandingkan HBA periode pertama Februari 2026 yang mencapai US$106,11 per ton. Penurunan ini mencerminkan pergerakan pasar global dan permintaan yang mungkin sedang menurun.
Selanjutnya, untuk batu bara dengan nilai kalori 5.300 kcal/kg GAR, HBA pada periode kedua Februari 2026 ditetapkan pada level US$71,74 per ton. Angka ini turun dari harga sebelumnya, yaitu US$73,69 per ton. Sementara itu, untuk batu bara dengan kesetaraan nilai kalori 4.100 kcal/kg GAR, HBA dipatok sebesar US$47,74 per ton. Angka ini juga lebih rendah dibandingkan harga pada periode pertama Februari 2026, yang mencapai US$48,21 per ton.
Namun, terdapat peningkatan kecil pada HBA untuk batu bara dengan kesetaraan nilai kalori 3.400 kcal/kg GAR. Harga acuan untuk jenis ini naik menjadi US$33,85 per ton, meskipun masih lebih rendah dibandingkan posisi periode pertama Februari 2026 yang sebesar US$35,83 per ton.
HBA Februari 2026 periode kedua tidak hanya menjadi acuan bagi harga batu bara tetapi juga digunakan sebagai dasar perhitungan harga patokan batu bara (HPB) bulan ini. Hal ini penting untuk menentukan harga jual antara produsen dan pembeli di pasar domestik maupun internasional.
Selain HBA, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menetapkan harga mineral acuan (HMA) untuk berbagai komoditas mineral pada periode kedua Februari 2026. HMA nikel ditetapkan pada level US$17.670/dmt, yang lebih rendah dibandingkan periode pertama Februari 2026 sebesar US$17.774/dmt.
Sementara itu, HMA aluminium melemah menjadi US$3.129,72/dmt dari sebelumnya US$3.138,53/dmt. Namun, HMA tembaga mengalami kenaikan tipis, yaitu menjadi US$13.066,44/dmt dari sebelumnya US$13.060,87/dmt.
Dengan dikeluarkannya Kepmen ESDM Nomor 80.K/MB.01/MEM.B/2025 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batubara Acuan, HBA dan HMA akan terbit sebanyak dua kali dalam satu bulan, yakni setiap tanggal 1 dan 15. Hal ini bertujuan untuk memastikan transparansi dan akurasi data harga dalam pengambilan keputusan ekonomi dan bisnis.