Kenaikan Harga Pangan Strategis Menjelang Ramadan 2026
Di tengah persiapan menjelang Ramadan 2026, beberapa harga pangan strategis di Indonesia mengalami kenaikan. Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengakui bahwa sejumlah komoditas seperti Minyakita dan telur ayam ras sedikit meningkat. Meskipun demikian, secara umum kondisi harga pangan nasional masih terkendali.
Minyakita Mengalami Kenaikan
Menurut Menteri Perdagangan Budi Santoso, harga rata-rata nasional Minyakita saat ini mencapai Rp16.020 per liter. Angka ini berada di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Ia menjelaskan bahwa sebelum adanya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 43/2025, harga rata-rata Minyakita sempat mencapai Rp16.800 per liter. Namun, sejak kebijakan tersebut diberlakukan, harga telah mengalami penurunan.
Permendag 43/2025 menetapkan kewajiban produsen untuk memenuhi domestic market obligation (DMO) minimal 35% kepada BUMN Pangan, termasuk Bulog dan ID Food. Dalam aturan ini, BUMN diwajibkan melaporkan realisasi penyerapan setiap tanggal 10 agar pemerintah dapat memantau pelaksanaan DMO secara faktual.
Telur Ayam Ras Juga Naik Sedikit
Selain Minyakita, harga rata-rata nasional telur ayam ras juga sedikit meningkat. Saat ini, harga telur ayam mencapai Rp30.750 per kilogram, sedikit lebih tinggi dari harga acuan penjualan (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp30.000 per kilogram.
Meskipun ada kenaikan pada dua komoditas tersebut, harga komoditas pangan lainnya masih berada di bawah batas acuan. Contohnya adalah harga daging sapi yang tercatat sebesar Rp133.618 per kilogram, masih di bawah HAP sebesar Rp140.000. Begitu pula dengan harga bawang putih yang berada di kisaran Rp36.875 per kilogram, lebih rendah dari HET yang ditetapkan sebesar Rp38.000 per kilogram.
Kementerian Pertanian Meminta Pelaku Usaha Tidak Melakukan Penimbunan
Kementerian Pertanian (Kementan) meminta para pelaku usaha, terutama produsen dan distributor, untuk tidak melakukan penimbunan komoditas strategis seperti daging ayam ras dan telur ayam ras menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026.
Direktur Jenderal Perkebunan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda menekankan pentingnya peran perusahaan integrator, peternakan, hingga koperasi, termasuk produsen ayam broiler dan telur untuk menjaga kecukupan produksi dan pasokan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami juga meminta agar produsen dan distributor tidak melakukan penimbunan stok,” kata Agung dalam keterangan tertulis.
Kementan juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan terhadap ketersediaan pasokan serta perkembangan harga telur dan daging ayam ras di masing-masing wilayah. Dari hasil pengawasan ini, pihaknya meminta dinas setempat untuk melakukan tindakan tegas agar para produsen dan distributor tidak melakukan penimbunan.
Peran Pelaku Usaha dalam Menjaga Stabilitas Harga
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa meminta pelaku usaha memastikan para mitra distributor tidak memicu gejolak harga di tingkat hilir.
“Tolong agar para pelaku usaha mengingatkan kepada para distributornya untuk tidak membuat harga bergerak melebihi ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah,” pungkas Ketut.
Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap stabilitas harga pangan bisa terjaga menjelang Ramadan dan Lebaran 2026.