Proses Relokasi SDN Inpres Cikeusal yang Akhirnya Memasuki Tahap Pembangunan
SDN Inpres Cikeusal di Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, akhirnya akan segera dibangun kembali tahun ini. Gedung sekolah yang terdampak pembangunan Tol Serang Panimbang (Tol Serpan) telah melalui berbagai proses administratif dan perencanaan. Pihak pengembang tol pun telah memulai langkah-langkah awal untuk membangun sekolah tersebut.
Saat ini, proses ganti rugi lahan yang terdampak Tol Serpan telah dilakukan. Setelah penandatanganan surat pernyataan pelepasan hak atau SPH pada 12 Februari 2026, pihak Tol Serpan akan segera melakukan pembayaran kepada pemilik lahan. Dengan adanya SPH yang sudah ditandatangani, maka seluruh dokumen yang diperlukan telah lengkap dan pembangunan bisa langsung dimulai.
Relokasi SDN Inpres Cikeusal tidak mudah. Dari empat sekolah lain yang terdampak, SDN Inpres Cikeusal menjadi yang terakhir direlokasi. Hal ini disebabkan oleh berbagai tantangan teknis dan administratif yang harus diselesaikan.
Sekolah lama saat ini sudah tidak layak digunakan karena banyak kerusakan. Selain itu, lokasinya yang berada di samping jalan tol juga menyebabkan gangguan dalam kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, relokasi dan pembangunan gedung baru sangat penting untuk memastikan kelancaran pendidikan bagi siswa setempat.
Kepala Bidang SD Dindikbud Kabupaten Serang, Abidin Nasyar Surya, menjelaskan bahwa pihak Tol Serpan akan bertanggung jawab sepenuhnya atas pembangunan gedung baru SDN Inpres Cikeusal. Pemkab Serang hanya menerima kunci tanpa perlu tahu detail proses pembangunan atau kendala yang muncul.
Spek bangunan yang disyaratkan antara lain mencakup minimal enam rombongan belajar (rombel), ruang guru, ruang kepala sekolah, MCK, dan Mushalla. Gedung akan dibangun satu lantai dengan luas lahan sekitar 2.000 meter persegi. Luas lahan ini dipilih agar memiliki ruang gerak yang cukup bagi para siswa, yaitu minimal 1,5 meter per siswa.
Lahan yang akan digunakan untuk pembangunan berjarak sekitar 400-500 meter dari lokasi sebelumnya. Akses ke lokasi baru ini juga strategis karena berada di pinggir jalan utama dekat MAN 2 Cikeusal. Hal ini memudahkan akses bagi siswa dan warga sekitar.
Menurut Abidin, target pembangunan adalah selesai pada tahun 2026. Dengan estimasi waktu pembangunan selama enam bulan, diharapkan gedung baru dapat digunakan pada tahun ajaran baru berikutnya. Ia juga menegaskan bahwa pembangunan akan dilakukan secepat mungkin, dengan harapan bisa dimulai dua minggu setelah Ramadan.
Pembangunan SDN Inpres Cikeusal ini merupakan langkah penting dalam memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga meskipun terdampak proyek infrastruktur besar. Dengan adanya relokasi dan pembangunan gedung baru, diharapkan siswa dan guru dapat belajar dan mengajar dengan nyaman serta aman.
Rencana Pembangunan Gedung Baru
- Jumlah ruang kelas: Minimal enam rombel
- Fasilitas tambahan:
- Ruang guru
- Ruang kepala sekolah
- MCK (Mandi, Cuci, Kakus)
- Mushalla
- Luas lahan: Sekitar 2.000 meter persegi
- Ruang gerak: Minimal 1,5 meter per siswa
- Lokasi baru: Berjarak 400-500 meter dari lokasi sebelumnya
- Akses: Strategis, dekat jalan utama dan MAN 2 Cikeusal